Manokwari, TP – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Papua Barat, Legius Wanimbo mengatakan, sejauh ini data menjadi penting dalam sebuah proses pembangunan.
Dikatakan Wanimbo, pembangunan tanpa didasari dengan data yang tepat, maka tujuan dan arah pembangunannya tidak jelas.
“Ada dana, tapi kalau tidak ada data yang menjadi dasar pembangunan, maka sama saja kita membuat garam ke laut,” kata Wanimbo kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, belum lama ini.
Dijelaskan Wanimbo, jika ada data, maka perencanaan pembangunannya tepat sasaran dan anggaran yang tersedia pun data dimanfaatkan semaksimal mungkin sesuai arah dan tujuan pembangunan.
Ia mencontohkan, dapat dilihat mengapa persoalan kemiskinan ekstrem, stunting, inflasi dan persoalan sosial lainnya tidak pernah diselesaikan, karena program perencanaannya tidak berdasarkan data yang akurat.
“Data-data sebagai acuan penyusunan program kegiatan sangatlah penting dan berdampak sekali terhadap program kita, percuma saja ada anggaran tapi perencanaan programnya tidak berdasarkan data,” terang Wanimbo.
Menurutnya, saat ini sasaran pembangunan berada di kampung, karena masyarakat dan penduduk ada di kampung, potensi alam berada di kampung.
“Nah, sekarang siapa yang tahu tentang potensi kampung. Ya, kader-kader kampung, maka kader-kader harus dilatih dan dibinah disetiap kampung yang ada di Papua Barat,” ujarnya.
Sebab, sambung dia, kadang jaringan internet menjadi persoalan mendasar di wilayah Papua Barat, maka kader-kader ini berada di kampung mereka masing-masing.
Ketika, kader-kader ini diberikan pelatihan bagaimana melakukan pendataan terhadap potensi-potensi kampung, baik secara online maupun offline, maka mereka dapat mendata potensi kampung mereka.
“Nah, dalam Sistem Administrasi Informasi Kampung (SAIK) sudah tersedia secara onffline maupun online. Jadi mereka bisa data secara offline nanti ditempat yang ada jaringan internat maka otomatis datanya langsung masuk,” jelasnya.
Menurutnya, data-data yang dihasilkan dari kader-kader kampung akan menjadi satu data basis terpadu, karena saat ini lagi mendorong ke satu data Indonesia.
“SAIK ini merupakan hasil prodak dari Papua Barat dan kedepan akan kita dorong di tahun 2025. Agar data ini menjadi acuan pembangunan di Papua Barat. Karena pembangunan harus dimulai dari tingkat bawah yakni kampung,” tandas Wanimbo. [FSM-R5]




















