Manokwari, TP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat gelar penggalangan donasi bagi korban bencana banjir di provinsi Sumatera Utara, provinsi Sumatera Barat dan provinsi Aceh, usai pelaksanaan apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK dan honorer di lingkungan Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (8/12/2025).
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, penggalangan donasi bagi korban banjir Sumatara Utara, Sumatera Barat dan Aceh tidak hanya di lingkungan Pemprov Papua Barat. Tetapi, pihak lain yang ada di wilayah Papua Barat, baik pengawai vertikal maupun pihak swasta juga harus turut berkontribusi dalam penggalangan doanasi ini.
“Donasi ini jika sudah terkumpulkan maka kita akan kirimkan ke tiga daerah terdampak banjir, guna meringankan dan sekaligus membantu korban banjir,” kata Mandacan usai pelaksanaan ibadah awal bulan di lobi Kantor Gubernur Papua Barat.
Dikatakan Mandacan, Tanah Papua diibatkan sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Tetapi disatu sisi semua pihak yang berkepentingan di wilayah Papua Barat harus bergandeng tangan untuk menjaga alam.
“Dalam berbagai kesempatan, saya selalu mengajak kita semua untuk marilah kita menjaga alam, alam menjaga kita, kita birukan langit dan hijaukan bumi serta kita tinggalkan mata air untuk anak cucu kita, jangan kita tinggalkan air mata untuk mereka,” terang Mandacan.
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, lanjut Mandacan, yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) segara berbicara dengan masyarakat, sehingga hasil hutan ini dapat dimanfaatkan secara bijaksana sesuai dengan peruntukan kawasan hutan yang ada, agar tidak menimbulkan bencana alam seperti yang sekarang terjadi.
Tidak hanya kawasan hutan, gubernur juga meminta instansi teknis untuk rutin melibatkan masyarakat yang berada dipesisir untuk bergotong royong bersama organisasi pemuda, lembaga masyarakat untuk membersihkan areal laut.
“Di pesisir pantai banyak bekas botol-botol minuman dan plastik-plastik bekas,” ujar Mandacan.
Dijelaskan Mandacan, dirinya telah mendapatkan perintah dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk segara menggelar pertemuan bersama sejumlah bupati di Papua Barat, agar dapat bergerak bersama-sama menjaga pelestarian hutan tetapi juga mengantisipasi cuaca ekstrem.
“Kita juga diminta untuk menjaga kedamaian menjelang suasana natal 25 Desember 2025 dan Tahun baru 1 Januari 2026,” tandas Mandacan. [FSM-R2]




















