Ransiki , TP – Tingkat kedisiplinan dan kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) pada apel gabungan menjadi perhatian utama Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Mezak Inyomusi, SE, M.Si. Hal itu disampaikannya saat memimpin apel gabungan OPD lingkungan Pemkab Mansel di Halaman Kantor Bupati Mansel, Bukit Boako Ransiki, Senin (23/2).
Wabup Mezak menilai, kedisiplinan dan kehadiran ASN di apel semakin berkurang, bahkan jumlah yang hadir dari setiap OPD belum mencapai setengah dari total pegawai yang ada.
“Soal disiplin ini, makin lama makin berkurang, kehadiran ASN pun tidak sampai setengah dari jumlah pegawai yang ada di OPD. Pimpinan OPD tolong sampaikan itu, kepada ASN supaya rajin masuk kantor, terutama mereka yang baru diangkat CPNS dan juga PPPK,” pinta dia.
Ia meminta para pimpinan OPD bertindak tegas terhadap stafnya, khususnya bagi ASN dan PPPK baru agar lebih disiplin dan rajin masuk kantor. Menurutnya, kehadiran di kantor merupakan wujud nyata dari kesiapan pegawai melayani masyarakat dan pemerintah.
“Kalian yang baru diangkat sebagai CPNS dan PPPK itu cukup banyak sekali, Pimpinan Daerah sudah jawab apa yang kalian keluhkan maka harus dibalas dengan kinerja yang baik, masuk kantor dan bantu Pimpinan Daerah untuk melayani masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wabup Mezak juga menghimbau seluruh pimpinan dan bendahara OPD untuk menyelesaikan laporan pertanggungjawaban anggaran tahun 2025, serta berkomitmen agar pelaporan tahun ini lebih baik.
Mantan Sekretaris DPRK Mansel ini juga meminta koordinasi dengan BPKSDM terkait penyiapan daftar gaji pegawai honorer tahun 2025 ke bawah, dan melarang penambahan tenaga honorer di tahun 2026 mengingat kondisi keuangan daerah yang sedang merosot akibat efisiensi anggaran yang besar.
Mengakhiri arahannya, Wabup Mezak menyampaikan pesan dari Bupati Bernard Mandacan, S.IP, terkait Bulan Suci Ramadhan. ASN diminta untuk menjaga toleransi umat beragama dan memastikan bulan puasa berjalan dengan damai. Selain itu, ASN juga harus menjaga keamanan, ketertiban, dan ketentraman umum di lingkungan kerja dan tempat tinggal, serta menjadi contoh bagi masyarakat Mansel dalam hal toleransi beragama. [BOM-R2]




















