Manokwari, TP — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Papua Barat adakan Musyawarah Daerah (Musda), dalam rangka mengevaluasi dan menyusun program kerja strategis untuk kedepannya.
Musda II tahun 2026 dengan mengusung tema “melayani dengan kasih, memimpin dengan integritas membangun dengan iman untuk PWKI yang berdampak” juga untuk memilih kepengurusan periode yang baru.
Ketua Umum (Ketum) DPP PWKI, Detty B.T, Liow Mambo meminta PWKI di daerah, termasuk di Papua Barat terus menjalankan tugas dan fungsi menjadi lebih baik dan maju di tengah-tengah pergumulan dan cobaan.
Ia menekankan, PWKI harus bisa menjadi mitra strategis pemerintah sebagaimana yang sudah berjalan sejak berdiri 80 tahun lalu untuk membantu bangsa, negara maupun pemerintah setempat masing-masing. Dimana, semoga program kerja yang dilaksanakan mengacu pada program strategis pemerintah.
“Kita belajar bagaimana keberanian perempuan bangkit untuk berkarya, untuk melakukan sesuatu oleh karena komitmen sejak awal menjadikan pemerintah sebagai mitra pelayanan sekaligus pendukung program-program pemerintah,” kata Detty saat membuka Musda yang dilangsungkan di Aula PWKI Papua Barat, Kamis (26/3/2026).
Ia menekankan, selain sebagai mitra strategis dalam program kerja, kehadiran PWKI dalam fungsinya juga harus mendoakan, memberikan penguatan secara spiritualitas kepada pemerintah sehingga perjuangan pemerintah yang untuk kesejahteraan masyarakat mendapatkan dukungan dari semua pihak, termasuk PWKI.
“PWKI siap menjadi jembatan penghubung pelaksanaan program-program pemerintah dengan gereja. Saya berharap, dengan terselenggaranya Musda tahun 2026 ini, PWKI Papua Barat semakin solid dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan pelayanan di daerah,” pesannya.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Nency T.L, Wyzer, menilai kehadiran PWKI di Papua Barat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan masyarakat khususnya penguatan spritual, rohani dan kebersamaan, serta pemberdayaan perempuan.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat sangat menghargai peran nyata PWKI Papua Barat dalam menjadi mitra strategis dalam berbagai program sosial, keagamaan dan juga kemasyarakatan,” tutur Nency.
Ia berharap, Musda II menjadi forum penyampaian evaluasi yang konstruktif serta meluruskan arah kebijakan dan program kerja yang inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat di Papua Barat.
“Musyawarah ini hendaknya juga dilaksanakan dengan semangat persaudaraan dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi,” pusannya.
Ketua DPD PWKI Papua Barat, Ev. Febelina Wondiwoy, menegaskan Musda tidak hanya sekedar agenda organisasi. Tetapi, sebagai momentum penting yang syarat makna untuk mengevaluasi perjalanan pelayanan, menegaskan komitmen serta merumuskan arah pelayanan startegis ke depan.
Ia memastikan, pelayanan PWKI berjalan berdasarkan integritas. Tanpa integritas, pelayanan tidak akan terbangun dan tanpa integritas, kasih, maka pelayanan akan kehilangan makanya dalam tantangan zaman.
“Melalui Musda ini kiranya diperolehkan evaluasi yang objektif terhadap pelayanan yang telah berjalan sehingga dapat membawa dampak nyata bagi masyarakat, gereja ke depannya,” pungkasnya.
Ketua panitia Musda, Agustina Sineri menyampaikan Musda II 2026 diikuti para pengurus DPC se Papua Barat dan Papua Barat Daya serta PAC.
“Musda II DPD PWKI Papua Barat bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja pada masa bakti sebelumnya, menyusun program kerja untuk periode selanjutnya, dan memilih kepengurusan DPD PWKI Provinsi Papua Barat yang baru,” lapornya. [SDR-R2]




















