Manokwari, TP – Ada sejumlah kendala yang dihadapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat dalam pelayanan penanggulangan bencana terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Sekretaris BPBD Provinsi Papua Barat, Agustinus Sroyer mengaku banyak sarana pendukung peralatan yang mengalami kerusakan, karena lama tidak dipakai, sehingga mengalami kerusakan, khususnya bantuan peralatan dari pusat untuk BPBD Provinsi Papua Barat.
“Peralatan di gudang BPBD juga banyak yang sudah mengalami kerusakan, baik kendaraan roda empat maupun roda dua serta perahu karet, motor tempel, dan lain-lain yang tidak bisa dioperasikan,” ungkap Sroyer kepada Tabura Pos di Kantor BPBD Provinsi Papua Barat, Rabu (1/4/2026).
Selain itu, lanjut Sekretaris BPBD, dermaga di Sowi I yang sekarang dipakai Kantor SAR Manokwari, di situ ada 1 speedboat milik BPBD yang juga mengalami kerusakan. “Kerusakan mesin 2 PK speedboat dan bodi mesin yang mengalami kebocoran,” katanya.
Diakui Sroyer, BPBD pun mengalami keterbatasan anggaran untuk perbaikan peralatan, seperti speedboat atau kendaraan roda empat maupun roda dua yang ada di gudang.
“Anggarannya sangat terbatas, sehingga sampai saat ini kita belum memperbaiki peralatan-peralatan penunjang yang sudah rusak,” tambahnya.
Di samping itu, sebut Sroyer, saat ini di lapangan, BPBD pun kekurangan personil untuk mengoperasikan peralatan atau bantuan yang diberikan pusat, diantaranya kamera drone gara-gara minimnya perhatian Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah untuk pelatihan pengoperasian peralatan penunjang bagi personil BPBD atau staf di lapangan.
“Sementara itu juga banyak staf BPBD yang sudah diangkat menjadi PNS, menerima SK, lalu dipindahkan ke daerah lain. Ini juga kendala kita dalam memberikan pelayanan ke setiap daerah, khsususnya pelayanan di daerah yang terdampak bencana alam,” beber Sroyer.
Meski dengan kendala dan keterbatasannya, tegas Sroyer, BPBD tetap optimis melaksanakan tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan prima penanggulangan bencana ke setiap daerah yang membutuhkan pelayanan cepat.
Pada kesempatan itu, Sroyer juga mengimbau masyarakat agar menjaga hutan dan kekayaan alam di wilayah Provinsi Papua Barat dengan tidak menebang pohon sembarangan atau merusak hutan.
“Supaya tidak terjadi bencana banjir maupun longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini di Papua Barat. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama. Mari kita jaga alam, alam jaga kita,” pesan Sroyer.
Sementara Kasubag Logistik, BPBD Provinsi Papua Barat, Sri Haryanti menambahkan, masih ada bantuan peralatan pendukung dari BNPB kepada BPBD Provinsi Papua Barat yang belum dihibahkan, karena mutasinya masih dalam proses pengurusan.
Sedangkan untuk bantuan peralatan dan kendaraan yang diberikan BNPB sudah sangat lama semenjak 2010, sehingga rusak dan membutuhkan perbaikan di bengkel.
“Sudah lama tidak digunakan. Ini juga yang menjadi kendala kita di lapangan karena minimnya anggaran perbaikan serta pemeliharaan untuk dibawa ke bengkel,” kata Sri Haryati.
Untuk itu, dia berharap ada perhatian serius dari Pemprov Papua Barat terkait anggaran dan penambahan fasilitas penunjang operasional BPBD Papua Barat supaya kendala yang dihadapi petugas di lapangan segera teratasi dengan baik. [CR18-R1]




















