Manokwari, TP – Banjir yang merendam Pasar Sentral Sanggeng akibat saluran air yang tidak berfungsi maksimal, ditindaklanjuti DPRK Manokwari dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP). Pertemuan yang berlangsung Jumat (10/4) itu mengundang seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.
Hadir dalam rapat antara lain perwakilan Dinas PUPR, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Satpol PP, serta konsultan perencana pasar.
Wakil Ketua DPRK Manokwari, Suriyati selaku pimpinan rapat menegaskan, pertemuan ini digelar untuk mencari solusi konkret agar masalah banjir tidak terus terulang.
“Beberapa waktu lalu viral di media sosial Pasar Sanggeng banjir karena hujan. Kita ingin mencari solusi agar hal itu tidak terulang kembali,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR, Albertus, menilai penyebab utama tersumbatnya pipa adalah tingginya penumpukan sampah.
Ia menjelaskan, Pasar Sanggeng merupakan program strategis nasional yang pembangunannya sudah sesuai prosedur dan tidak pernah bermasalah saat masa konstruksi.
“Masalah terjadi setelah dioperasikan. Saringan sampah yang ada di pipa ternyata hilang diambil orang tidak bertanggung jawab, sehingga sampah mudah masuk dan menyumbat aliran air,” jelasnya.
Ia pun menekankan pentingnya kesadaran para pedagang untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Sementara itu, Plh Kepala Disperindag, Yahya Maabuat, mengakui pihaknya kesulitan menata pasar secara maksimal lantaran keterbatasan anggaran.
“Jujur saja kami terkendala dana. Mau beli plastik sampah saja sulit. Selama tiga bulan ini kami bahkan membiayai petugas keamanan secara mandiri dulu,” ungkapnya.
Yahya menegaskan, penataan pasar bukan hanya tanggung jawab satu dinas saja, tetapi butuh kerja sama lintas sektor.
Ketua Fraksi Golkar, Haryono M.K. May, dalam kesempatan itu menekankan bahwa RDP ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan fokus mencari jalan keluar agar kondisi pasar segera membaik. [SDR-R2]




















