Manokwari, TP – Sudah tiga tahun berdiri sejak 2023, namun aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 29 Manokwari hingga saat ini masih menumpang di SD Inpres 48 Inggramui. Pasalnya, siswa belum bisa menempati gedung sekolah baru yang pembangunannya dinilai telah rampung.
Kepala Sekolah SMPN 29 Manokwari, Elvi Rapilus, S.Pd., M.Pd, menjelaskan kepada Tabura Pos, Kamis (16/4/2026), bahwa pihaknya masih menumpang di bangunan SD Inpres 48 Inggramui Wosi atau masih satu atap dengan sekolah dasar.
“Dari awal pendirian tahun 2023 sampai sekarang sudah tiga tahun berjalan, kami belum juga menempati ruang kelas baru. Padahal bangunan di Kampung Inggramui Wosi itu sudah selesai, bahkan sudah dilengkapi sarana prasana seperti meja kursi, perpustakaan, dan ruang guru,” ujar Elvi.
Menurutnya, terkait kapan gedung tersebut bisa difungsikan, pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari selaku pengelola anggaran dan proyek.
Kendati demikian, para siswa sudah beberapa kali berkunjung ke lokasi gedung baru untuk melihat kondisi dan membersihkan ruangan masing-masing. Mereka pun berharap bangunan megah tersebut segera bisa digunakan untuk proses belajar mengajar.
“Kami berharap pengerjaan yang tersisa bisa segera diselesaikan agar anak-anak bisa pindah. Ini harapan besar seluruh guru dan siswa,” tambahnya.
Elvi juga membeberkan sejumlah kendala lain yang dihadapi. Saat ini, pihaknya memiliki total 17 tenaga pengajar, terdiri dari 7 PNS, 6 P3K, dan 3 honorer. Namun, masih kekurangan guru mata pelajaran khusus seperti Agama Katolik, IPA, dan IPS.
“Kami berharap ada perhatian dinas terkait untuk pemenuhan kebutuhan guru ini,” harapnya.
Lebih jauh, kondisi menumpang ini membuat sekolah tidak bisa melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin. Hal ini lantaran jadwal masuk siswa SMPN 29 harus menunggu pulangnya siswa SD, sehingga kegiatan belajar baru dimulai pada siang hari.
“Kami masuk siang karena harus menunggu anak SD pulang. Itu sebabnya kami belum bisa gelar upacara seperti sekolah lain,” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Elvi mengaku tetap optimis mendidik siswa agar kelak mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya di Manokwari.[CR18-R2]




















