Bintuni, TP – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Papua Barat meminta agar posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP yang saat ini dijabat oleh Taj Yasin Maimoen segera dievaluasi dan diganti.
Ketua DPW PPP Papua Barat, Yasman Yasir, menilai kinerja Sekjen saat ini belum memberikan dampak positif, justru dinilai memicu kericuhan dan polemik di internal partai.
“Yang seharusnya menjadi fokus PPP adalah bersatu dan membesarkan partai, bukan menciptakan kericuhan. Kader dan simpatisan perlu diarahkan untuk berkontribusi membangun bangsa, bukan disibukkan oleh konflik internal,” ujar Yasman kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, dinamika yang terjadi saat ini berpotensi menghambat konsolidasi partai, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi agenda politik ke depan.
Yasman juga menyinggung hasil Mukernas I PPP 2026 yang digelar di Makassar pada Februari lalu. Dalam forum tersebut, Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, secara tegas mengajak seluruh elemen partai untuk bersatu padu.
“Dalam Mukernas sudah sangat jelas arahan Ketua Umum agar seluruh pengurus dan kader solid bekerja bersama demi kemajuan PPP. Namun sayangnya, kondisi di lapangan justru sebaliknya,” tambahnya.
Oleh karena itu, DPW PPP Papua Barat menegaskan pentingnya memperbaiki struktur organisasi secara menyeluruh mulai dari pusat hingga daerah. Momentum ini dinilai krusial sebagai langkah strategis menyongsong Pemilu 2029.
“Ini saat yang tepat untuk bersatu. Konsolidasi nasional harus benar-benar dijalankan agar partai bisa bangkit dan siap bertarung. Jangan sampai perbedaan di internal justru merugikan partai di mata masyarakat,” tegasnya.
Pihaknya berharap seluruh jajaran dapat kembali fokus pada tujuan besar, yakni memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan kepercayaan publik agar PPP tampil lebih solid dan kompetitif.[CR25-R2]




















