Manokwari, TP – Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan kemandirian pangan daerah melalui serangkaian program prioritas di sektor pertanian. Hal ini disampaikan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dalam Rapat Kerja (Raker) Bupati se-Papua Barat yang digelar di Aston Niu Hotel, Manokwari, Kamis (16/4/2026).
Dalam pemaparannya, Mandacan menegaskan bahwa upaya tersebut dituangkan dalam enam pilar pembangunan pertanian yang dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas serta nilai tambah komoditas lokal.
“Kunci utama keberhasilan sektor pertanian terletak pada ketersediaan infrastruktur. Oleh karena itu, program pertama yang kami prioritaskan adalah pembangunan dan peningkatan sarana prasarana pertanian, meliputi perbaikan jalan usaha tani, sistem irigasi, hingga sarana pascapanen,” ujar Mandacan.
Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memangkas biaya produksi dan distribusi hasil pertanian.
Program kedua adalah optimalisasi dan perlindungan lahan pertanian potensial secara berkelanjutan. Pemerintah daerah akan mewujudkannya melalui pembentukan lahan pertanian pangan berkelanjutan (BP2B) serta pengembangan kawasan pangan terpadu guna mencegah terjadinya alih fungsi lahan.
Selain itu, untuk menjamin kedaulatan pangan, Pemprov Papua Barat juga akan mendorong penguatan sentra produksi pangan. Program ini mencakup pemberian bantuan bibit unggul lokal, penyediaan pupuk organik maupun anorganik, serta peralatan pertanian bagi kelompok tani.
“Kami ingin petani kita beralih ke cara-cara yang lebih efektif dan efisien. Oleh sebab itu, modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan penerapan teknologi tepat guna, baik untuk tahap pra-panen maupun pasca-panen, terus kami dorong,” tambahnya.
Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. Pemerintah provinsi secara rutin akan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan petani dan tenaga penyuluh lapangan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan petani serta menciptakan ekosistem pertanian yang lebih mandiri dan profesional.
Sebagai penutup dari rangkaian strategi tersebut, pihaknya akan mendorong pengembangan hilirisasi produk pertanian berbasis potensi lokal. Dengan begitu, hasil pertanian tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan telah melalui proses pengolahan sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat adat maupun petani setempat.
“Melalui integrasi keenam program ini, kami optimistis sektor pertanian akan menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh dan mewujudkan visi Papua Barat yang sejahtera,” tegas Mandacan. [FSM-R2]




















