• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 23, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home News

Belasan Siswa SMA Taruna Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Jadi Korban Kekerasan Senior

AdminTabura by AdminTabura
23/04/2026
in News
0
Belasan Siswa SMA Taruna Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Jadi Korban Kekerasan Senior

Ketua Paguyuban SMA Taruna Angkatan 5, Kelas 10, Markus Waran, dan sejumlah orangtua, di RSAL Manokwari, Kamis (23/4/2026). TP/SDR

0
SHARES
125
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Orang Tua Desak Evaluasi Total Manajemen Sekolah

Manokwari, TP – Belasan siswa kelas 10 SMA Taruna Papua Barat harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, setelah diduga menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah siswa kelas 11. Kejadian yang viral di media sosial ini memicu kekecewaan dan desakan keras dari para orang tua korban agar kasus ini ditindak tegas hingga ke akar permasalahan.

Ketua Paguyuban SMA Taruna Angkatan 5 Kelas 10, Markus Waran, menyatakan menerima laporan langsung dari para orang tua bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIT.

“Saya selaku ketua paguyuban mendapat laporan bahwa telah terjadi pemukulan oleh kakak kelas terhadap adik kelas. Kami merasa sangat terpukul dan menyesal atas kejadian ini,” ujar Waran saat ditemui di RSAL Manokwari, Kamis (23/4/2026).

Dari keterangan yang diterima, para korban mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari luka ringan hingga ada yang mengalami cedera cukup serius sehingga memerlukan penanganan medis.

Waran mengungkapkan bahwa aksi kekerasan itu dilakukan dengan cara yang brutal. Pelaku diduga mematikan lampu di lokasi kejadian sebelum menyerang siswa yang lebih muda. Bahkan, diduga terdapat penggunaan benda keras seperti kayu dan besi sebagai alat pemukul.

“Kalau sekadar interaksi fisik yang masih dalam konteks pembinaan mungkin masih bisa dimaklumi, tapi kalau sudah menggunakan alat seperti kayu dan besi, ini sudah tidak bisa ditoleransi sama sekali. Tindakan ini sama sekali tidak mencerminkan karakter sekolah Taruna yang seharusnya mendidik generasi pemimpin,” tegasnya.

Mantan Bupati Manokwari Selatan ini juga menyoroti sejumlah dugaan pelanggaran aturan lain yang terjadi di lingkungan sekolah, di antaranya maraknya perilaku merokok yang tidak dikendalikan. Menurutnya, kondisi lingkungan yang tidak terawasi dengan baik turut memicu terjadinya perselisihan dan kekerasan antar siswa.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen sekolah, termasuk mempertimbangkan pergantian kepala sekolah dan jajaran pengelola yang dinilai gagal menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

“Kami minta Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, hingga Bapak Gubernur turun langsung meninjau kondisi di lapangan. Usut tuntas kasus ini, jangan ada yang ditutup-tutupi. Jika memang ada masalah mendasar dalam pengelolaan, harus dibuka secara transparan agar segera diperbaiki,” pintanya yang juga merupakan orangtua salah satu korban.

Waran menambahkan, para orangtua dari berbagai daerah di Papua Barat telah bersepakat untuk menempuh jalur hukum. Kasus ini akan segera dilaporkan ke kepolisian dengan melampirkan hasil visum et repertum sebagai bukti kuat.

“Jika memang pihak pengelola tidak mampu menjalankan tugas dengan baik, lebih baik dilakukan evaluasi total. Sekolah ini harusnya menjadi kebanggaan masyarakat, bukan justru mencoreng citra dunia pendidikan di Papua Barat,” pungkasnya. [SDR-R2]

Previous Post

5 Tahun Jadi TO, Residivis Kasus Perdagangan Satwa Kembali Terancam Masuk Bui

Next Post

Deklarasi “Zero Halinar” Rutan Bintuni Komitmen Bersih dari HP Ilegal, Pungli dan Narkoba

Next Post
Deklarasi “Zero Halinar” Rutan Bintuni Komitmen Bersih dari HP Ilegal, Pungli dan Narkoba

Deklarasi "Zero Halinar" Rutan Bintuni Komitmen Bersih dari HP Ilegal, Pungli dan Narkoba

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!