Sorong, TP – Anggota DPR Otonomi Khusus Papua Barat Daya, Robbert George Wanma, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan sportivitas yang ditunjukkan seluruh peserta turnamen futsal FKIP Unamin Sorong Series I. Awalnya ia sempat memiliki keraguan, namun setelah menyaksikan langsung jalannya pertandingan, nilai-nilai sportivitas yang dijunjung para pelajar dinilai sudah sesuai harapan.
“Sportivitas adalah karakter penting yang harus terus ditumbuhkembangkan. Sikap ini tidak hanya berguna di lapangan olahraga, tetapi juga akan menjadi bekal berharga bagi masa depan generasi muda,” ujar Wanma.
Politisi asal Kabupaten Raja Ampat ini juga berpesan kepada tim yang meraih juara agar terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih. Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki dampak positif yang signifikan, terutama dalam membina karakter pemuda agar aktif dalam aktivitas yang konstruktif dan menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Robbert Wanma memberikan bantuan dana pembinaan kepada seluruh tim pemenang turnamen.
Turnamen futsal yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Musamus Sorong ini berlangsung selama delapan hari, terhitung mulai 27 April hingga 4 Mei 2026. Sebanyak 36 tim pelajar tingkat SMA dan SMK dari seluruh wilayah Provinsi Papua Barat Daya turut ambil bagian dalam kompetisi ini.
Setelah melalui serangkaian pertandingan ketat, SMA Negeri Ayamaru berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih oleh SMA Negeri 3 Kota Sorong, sedangkan peringkat ketiga dan keempat masing-masing ditempati SMK Negeri 3 Kota Sorong dan SMK Negeri 1 Kota Sorong.
Selain penghargaan untuk tim terbaik, panitia juga memberikan apresiasi khusus kepada individu berprestasi meliputi kiper terbaik, top skorer, hingga kategori penonton terbaik. Setiap penghargaan disertai dengan hadiah berupa uang pembinaan.
Ketua Panitia, Rafael Simuna, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara ini, meskipun diakui masih terdapat beberapa kekurangan dalam pelaksanaannya.
Ia berharap, mengingat tingginya minat dan potensi futsal di kalangan pelajar, kegiatan ini dapat mendapatkan dukungan lebih besar dari pemerintah daerah ke depannya. “Kami berharap turnamen ini dapat digelar secara rutin setiap tahun, sebagai wadah pembinaan dan penemuan bibit atlet muda potensial di Papua Barat Daya,” pungkasnya.[CR30-R2]




















