Bantuan Tetap Stabil Meski Kuota Jemaah Menurun
Sorong, TP – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk mendukung keberangkatan dan kelancaran ibadah haji 296 calon jemaah asal daerah ini. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur dalam acara pelepasan jemaah yang digelar di salah satu hotel di Kota Sorong, Senin (4/5/2026).
Wakil Gubernur menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan inisiatif khusus Gubernur Elisa Kambu sebagai bentuk dukungan nyata, baik secara moral maupun materi, guna menyukseskan pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
“Tahun lalu kuota jemaah kita mencapai 371 orang, sedangkan tahun ini menurun menjadi 296 orang. Namun meski jumlahnya berkurang, nilai bantuan yang kita salurkan tetap stabil di angka Rp1,5 miliar tanpa ada pemotongan apapun. Ini jelas bukti nyata keberpihakan dan perhatian tinggi Pak Gubernur terhadap urusan keagamaan masyarakat,” tegasnya kepada wartawan.
Anggaran tersebut diperuntukkan sebagai uang saku bagi seluruh jemaah, sekaligus biaya operasional dan tunjangan bagi petugas pendamping yang akan bertugas di Tanah Suci. Rinciannya, setiap calon jemaah mendapatkan uang saku sebesar Rp2 juta. Sementara untuk petugas pendamping, selain dibekali uang saku sekitar Rp30 juta sesuai ketentuan Kementerian Agama, seluruh biaya keberangkatan dan kepulangan juga ditanggung penuh oleh pemerintah provinsi.
“Seluruh petugas mendapatkan pembiayaan haji 100 persen. Kami harap fasilitas yang diberikan ini diimbangi dengan pelayanan yang maksimal, ikhlas, dan penuh rasa tanggung jawab kepada seluruh jemaah,” pesan Wagub.
Ia menegaskan bahwa tugas pendampingan ini merupakan amanah dari Allah SWT sekaligus mandat langsung dari pimpinan daerah. “Pastikan perjalanan ibadah mereka berjalan lancar, nyaman, dan meninggalkan kesan yang positif selama di Tanah Suci,” tambahnya.
Selain bantuan dana, Pemprov PBD juga menyiapkan perlengkapan pendukung kesehatan berupa masker dan multivitamin. Bantuan ini diberikan mengingat perbedaan kondisi cuaca dan iklim di Arab Saudi yang cukup berbeda dengan wilayah asal, sehingga diharapkan dapat menjaga kebugaran dan stamina jemaah maupun petugas selama menjalankan ibadah. [CR24-R2]



















