Manokwari, TP – Sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat hingga ke tingkat paling bawah, Kodim 1801/Manokwari tengah melaksanakan pembangunan sebanyak 75 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Jumlah ini tercatat sebagai yang terbanyak dibandingkan wilayah lain di seantero Provinsi Papua Barat. Demikian disampaikan Komandan Kodim 1801/Manokwari, Letnan Kolonel Infanteri Davit S. Sirait, dalam pertemuan santai bersama awak media di salah satu hotel, Rabu (13/5/2026).
“Di wilayah Manokwari ada 75 titik lokasi pembangunan koperasi, jumlah terbanyak se‑Papua Barat,” ungkap Letkol Sirait.
Dari keseluruhan titik yang ditetapkan, tujuh di antaranya telah selesai dibangun seratus persen dan siap digunakan. Bangunan tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Manokwari, sementara sisa sisanya masih terus dikerjakan dan diupayakan penyelesaiannya secara bertahap.
Menurut rencana, seluruh koperasi yang telah rampung nantinya akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia bersama seluruh unit yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Pelaksanaan program ini diakui tidak berjalan tanpa hambatan. Berbagai tantangan harus dihadapi tim pelaksana, mulai dari ketersediaan lahan yang sesuai, kondisi medan dan geografis wilayah, hingga tingginya harga kebutuhan bahan bangunan.
Persoalan makin bertambah karena sejumlah jenis material tidak tersedia di pasar lokal, sehingga harus didatangkan dari luar daerah, bahkan dari kota‑kota besar di Pulau Jawa seperti Surabaya.
“Harga bahan bangunan di sini memang cukup tinggi. Belum lagi ada barang yang tidak ada persediaannya, sehingga terpaksa kita pesan dan kirim dari luar Papua. Hal ini tentu menambah biaya dan waktu pengerjaan,” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai kendala tersebut, Dandim menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengupayakan penyelesaiannya dengan sebaik‑baiknya. Pembangunan ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat yang bertujuan menghadirkan pemerataan pembangunan, sekaligus menjadi penggerak utama kemajuan ekonomi rakyat.
“Tujuan utamanya agar masyarakat Papua juga merasakan kemajuan dan peningkatan taraf hidup. Nantinya, Koperasi Merah Putih ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi menjadi pusat kegiatan ekonomi yang memudahkan pemasaran hasil usaha warga dan pelaku usaha mikro setempat,” urainya.
Ia memberi contoh nyata manfaat yang akan dirasakan, yakni bagi para ibu‑ibu yang selama ini menjajakan hasil bumi dan sayuran secara terbatas, nantinya dapat menyalurkan dagangannya langsung ke koperasi sehingga pemasarannya menjadi lebih luas dan terjamin.
Selain itu, koperasi ini juga direncanakan menjadi lembaga pengelola penyaluran kebutuhan pokok dan bantuan produksi. Mulai dari penyediaan pupuk bersubsidi, barang kebutuhan rakyat, hingga menjadi saluran pemberian bantuan permodalan dengan bunga ringan bagi petani dan pelaku usaha yang membutuhkan.
“Ke depannya, segala kebutuhan produksi dan bantuan dari pemerintah akan dikelola melalui koperasi ini, sehingga manfaatnya dapat diterima secara tepat dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. [SDR-R2]




















