Manokwari, TP – Sebanyak 101 siswa dan siswi tingkat SMA serta SMK dari sejumlah daerah di Provinsi Papua Barat mengikuti seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Terbuka Hijau, Borarsi, Manokwari, sejak Kamis hingga Minggu (28–31/5/2026).
Ke-101 peserta tersebut merupakan perwakilan dari tiga kabupaten, yakni Manokwari sebanyak 90 orang, Fakfak 4 orang, serta Manokwari Selatan 7 orang. Sementara itu, empat kabupaten lainnya yaitu Kaimana, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama tidak mengirimkan delegasi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat, Reinhard C. Maniagasi, mengakui partisipasi tahun ini belum merata dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kendala utama yang dihadapi daerah antara lain jadwal ujian sekolah yang tidak seragam serta keterbatasan anggaran di tingkat kabupaten/kota.
“Ada 101 pelajar yang siap bersaing. Nantinya akan disaring menjadi 38 orang terbaik. Angka ini masih mungkin bertambah, karena hingga hari ini masih ada peluang peserta lain mendaftar,” ujar Maniagasi di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, seleksi tingkat nasional dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang dan dilaksanakan secara daring melalui sistem yang disiapkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Pihaknya saat ini masih menunggu pembukaan portal pendaftaran untuk memasukkan data peserta dari Papua Barat.
Terkait tahapan seleksi, Maniagasi merinci bahwa seleksi administrasi telah selesai dilakukan secara daring. Hari ini, peserta mengikuti Tes Kompetensi Dasar (TKD), yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan kesamaptaan jasmani. Khusus tahap wawancara, akan ditangani langsung oleh tim penilai dari BPIP Pusat, sedangkan pemeriksaan kesehatan dilakukan di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat.
“Dari provinsi, kami akan mengirimkan tiga pasang atau enam orang terbaik, terdiri dari tiga putra dan tiga putri. Namun, penetapan akhir di tingkat pusat hanya akan memilih satu pasang, yaitu dua putra dan dua putri untuk mewakili provinsi kita,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Papua Barat, Theo Dorus Kawer, dalam laporannya menyebutkan, kegiatan ini merupakan langkah awal mempersiapkan generasi muda untuk mengemban tugas mulia dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.
“Tujuannya menanamkan jiwa patriotisme, nasionalisme, dan kedisiplinan, guna membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab dan siap mengemban tugas negara,” ungkap Kawer.
Untuk mendukung kelancaran proses seleksi dan pelatihan, panitia telah menunjuk tim pendidik dan pembina yang kompeten. Terdiri dari lima pelatih utusan Kodam XVIII Kasuari, tiga pembina dari Ikatan Purna Paskibraka Indonesia (IPPI) Papua Barat, serta lima tenaga medis dari Rumah Sakit Provinsi. Seluruh kegiatan ini dikoordinasikan dan didukung penuh oleh sekretariat di lingkungan Badan Kesbangpol Papua Barat. [FSM-R2]




















