Manokwari, TP – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, kembali melanjutkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto tahun anggaran 2026 di Kabupaten Manokwari. Langkah ini merupakan wujud tindak lanjut atas usulan yang disampaikan pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
Abdul Mu’ti menyampaikan, pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Manokwari semula mengusulkan bantuan untuk 53 satuan pendidikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 sekolah yang mencakup jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK, akhirnya disetujui untuk direvitalisasi.
Ke-17 sekolah penerima manfaat tersebut bahkan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan nilai total anggaran mencapai Rp10,6 miliar. Hal ini menegaskan bahwa program ini bukan lagi sekadar rencana, melainkan anggarannya sudah tersedia dan siap segera direalisasikan.
“Sebelumnya pada tahun 2025, kami telah menyelesaikan revitalisasi di 31 sekolah dengan total anggaran Rp39,9 miliar, dan pelaksanaannya sudah tuntas 100 persen,” ungkap Abdul Mu’ti saat meresmikan sekaligus menyerahkan bantuan di SMP Advent Manokwari, Kamis (28/5/2026).
Kegiatan penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou, Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, Asisten I Sekretariat Daerah Papua Barat, George O. Marini, serta Kepala Dinas Pendidikan tingkat provinsi maupun kabupaten dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Lebih lanjut, Menteri mengungkapkan rencana strategis dari Presiden Prabowo Subianto yang berkeinginan menambah kuota Program Revitalisasi ini hingga mencakup 6.000 sekolah baru di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami berharap, dengan doa dan dukungan Bupati, Wakil Bupati, serta para tokoh agama, sisa usulan dari 53 sekolah yang belum terakomodir saat ini, nantinya dapat terpenuhi atau setidaknya mendekati jumlah tersebut pada tahap penambahan kuota nanti,” harapnya.
Abdul Mu’ti menegaskan, program berskala nasional yang dibiayai sepenuhnya melalui APBN ini merupakan salah satu misi utama pemerintah pusat dalam rangka pemerataan akses pendidikan, khususnya untuk menjangkau wilayah Indonesia bagian timur.
Bentuk kegiatan revitalisasi dalam program ini sangat beragam, mulai dari pembangunan gedung sekolah secara menyeluruh, penambahan ruang kelas baru, pembangunan laboratorium, sarana Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga pembenahan fasilitas penunjang pendidikan lainnya. [SDR-R2]




















