Manokwari, TP – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Papua Barat, Reinhard C. Maniagasi menilai, kemajemukan di Papua Barat sangatlah tinggi, baik dari sisi sosial, budaya, maupun agama.
Tetapi, kata Maniagasi, semangat kebersamaan dan persatuan sesama anak bangsa di Papua Barat berjalan sangatlah baik dan dijadikan modal kuat mendukung keberhasilan kebijakan pembangunan pemerintahan daerah dan pusat di Papua Barat.
“Tentunya, keadilan dan kesejahteraan merupakan cita-cita negara yang harus diwujudkan pemerintah daerah bagi masyarakat Papua Barat,” kata Maniagasi kepada wartawan usai upacara hari lahir Pancasila di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, dalam kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah provinis (Pemprov) Papua Barat baik, dalam RPJMD, RKPD maupun Musrembang terdapat proyeksi program kebijakan yang berpihak kepada masyarakat terutama orang asli Papua.
Lebih lanjut, kata dia, Otonomi Khusus (Otsus) merupakan kebijakan pemerintah pusat bagi Papua Barat dalam rangka memberikan asas keadilan sosial dalam berbagai aspek bagi masyarakat asli Papua.
Untuk itu, lanjut dia, kebijakan strategis yang dijalankan perangkat daerah di Papua Barat maupun kabupaten dapat mendukung affirmasi bagi orang Papua agar duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan saudara Nusantara.
Pada momentum hari lahir Pancasila ini, Maniagasi berharap, generasi muda, secara person, lembaga maupun elemen masyarakat di Papua Barat dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila terutama terkait tema tahun ini.
“Marilah kita sama-sama mempererat persatuan dan kesatuan serta mendukung perdamaian, baik di Papua Barat secara khusus tetapi juga mendukung kebijakan pusat untuk mewujudkan terciptanya perdamaian dunia,” tandas Maniagasi. [FSM-R2]




















