Manokwari, TP – Tim Visitasi Pembinaan Tata Kelola Rumah Sakit yang diutus Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan pembinaan dan pendampingan tata kelola di RSUD Manokwari, 3-6 Juni 2026.
Kedatangan tim yang terdiri dari 11 orang tersebut dipimpin Direktur Utama RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Dr. Annas Ahmad, disambut baik Bupati Manokwari, Hermus Indou.
“Kami mendapat tugas khusus dari Kemenkes sebagai rumah sakit pengampu regional untuk melakukan pengampuan tata kelola di beberapa rumah sakit daerah, termasuk RSUD Manokwari,” kata Ahmad kepada para wartawan di RSUD Manokwari, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, program ini peluang besar terhadap RSUD untuk mengembangkan potensi layanan kesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
Ia menerangkan, selama kurang lebih 4 hari ke depan, tim akan melakukan pembinaan dengan fokus 4 aspek utama, yaitu peningkatan efektivitas pelayanan medis pasien, tata kelola sumber daya manusia dan kepegawaian, tata kelola operasional rumah sakit serta perencanaan dan pengelolaan keuangan.
“Tim pendamping terlebih dahulu mengidentifikasi kondisi eksisting rumah sakit, kemudian menyusun langkah-langkah pengembangan yang dapat diterapkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah,” katanya.
Diungkapkan Ahmad, salah satu fokus pembinaan yang menjadi perhatian yakni pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang masih berjalan semi manual.
Menurutnya, digitalisasi sistem pelayanan saat ini menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan efisiensi kerja, sekaligus mempercepat pelayanan terhadap pasien.
“Salah satu rekomendasi kami, melakukan pendampingan pengembangan SIMRS, sehingga pelayanan rumah sakit ke depan dapat berbasis paperless dan tidak lagi bergantung pada penggunaan dokumen kertas,” jelasnya.
Ditambahkannya, pendampingan tidak hanya sampai pada saat tim visitasi selesai di RSUD Manokwari, juga berkelanjutan selama 1 tahun ke depan dengan sistem evaluasi berkala.
“Evaluasi akan dilakukan setiap satu bulan, tiga bulan, enam bulan, hingga 12 bulan untuk melihat perkembangan dan capaian yang berhasil dilakukan,” jelasnya.
Sebagai rumah sakit milik Kemenkes, Ahmad memastikan komitmen RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, untuk membagikan pengalaman dan praktek terbaik dalam pengelolaan rumah sakit kepada jajaran di RSUD Manokwari.
Ahmad berharap program pengampuan ini menjadi momentum bagi RSUD Manokwari meningkatkan kualitas tata kelola, pelayanan, dan manajemen rumah sakit supaya mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih baik terhadap masyarakat Manokwari dan Papua Barat.
Sementara itu, Bupati menyambut baik kehadiran rombongan dari RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar di RSUD Manokwari.
Menurutnya, kehadiran tim assesmen dan pendampingan ini menjadi kesempatan pemda untuk berbenah, sehingga RSUD Manokwari menjadi rumah sakit yang bermutu dan mampu melayani masyarakat Papua Barat.
“Kami menyampaikan terima kasih atas bimbingan dan pendampingan yang diberikan. Pemda akan mengambil hikmah dan manfaat dari seluruh masukkan yang disampaikan,” kata Indou kepada para wartawan di RSUD Manokwari, Kamis (4/6/2026).
Ia mengaku, sistem pelayanan di RSUD masih banyak kekurangan, sehingga fokus utama pemda, memperbaiki tata kelola rumah sakit melalui pembenahan manajemen, penyempurnaan master plan serta pengembangan sarana dan prasarana pendukung pelayanan kesehatan.
Diakui Indou, di tengah upaya tersebut, pemda menemui tantangan, termasuk kebijakan efisiensi dan pemotongan anggaran yang berdampak pada sejumlah program pembangunan daerah.
Ia mengatakan, pemda membutuhkan dukungan, pendampingan, dan masukkan dari berbagai pihak untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah.
“Pemerintah daerah tetap berkomitmen melakukan transformasi dan restrukturisasi agar RSUD Manokwari mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.
Sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat, kata Indou, Manokwari mempunyai posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian, sehingga membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai.
Untuk itu, peningkatan kualitas rumah sakit menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi jumlah pasien yang harus dirujuk ke luar daerah dengan biaya yang lebih besar.
“Oleh karena itu, kapasitas dan kualitas rumah sakit harus ditingkatkan. Kami ingin pastikan RSUD Manokwari naik kelas dan mampu menjadi rumah sakit rujukan regional bagi masyarakat Papua Barat,” kata Bupati. [SDR-R1]




















