Manokwari, TP – Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare mengakui bahwa Kabupaten Manokwari masih kekurangan dokter.
Dikatakannya, sekarang jumlah dokter di Manokwari sebanyak 35 orang, terdiri dari 24 dokter berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan 11 dokter berstatus tenaga kontrak.
“24 dokter PNS ini tersebar di 16 puskesmas, tetapi yang menjadi kendala, sebagian besar mereka sedang sekolah spesialis, sehingga kita tentu mengalami kekurangan,” kata Takdare kepada para wartawan di kantornya, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, semua puskesmas sudah memiliki dokter meski itu baru 1 dokter. Kendala khusus yang dialami, ungkap Takdare, yakni puskesmas dengan status puskesmas perawatan diantaranya seperti Puskesmas Prafi dan Masni.
“Prafi yang memang sampai saat ini kita masih kekurangan, karena dengan jumlah satu dokter melayani pasien yang banyak, dengan sistem rawat, sehingga kita memang perlu tambahan tenaga dokter,” kata Takdare.
Menurutnya, dengan jumlah dokter 35 orang, sedianya sudah cukup menjawab kebutuhan di Kabupaten Manokwari, tetapi karena saat ini sebagian besar sedang sekolah spesialis, maka sekarang kebutuhan dokter mengalami hambatan.
“Kalau dilihat dari jumlah penduduk, kita sekarang 200.000-an, kita biasa pakai satu dokter per 2.400 jumlah penduduk, sehingga sebenarnya kita punya dokter mencukupi kalau yang sekolah-sekolah spesialis itu selesai dan kembali mengabdi di Manokwari,” kata Takdare.
Untuk itu, Plt. Kadinkes ini berharap para dokter berstatus PNS yang sedang mengambil spesialis, jika sudah selesai bisa Kembali mengabdi di Manokwari.
“Intinya, kalau sudah selesai sekolah, mereka kembali ke Manokwari, sehingga kebutuhan dokter di Manokwari bisa terpenuhi, karena biasa yang terjadi, setelah sekolah, mereka tidak mau balik. Itu yang kita mengalami hambatan, sehingga kita harapkan selesai sekolah balik ke Manokwari,” tutup Takdare. [SDR-R1]




















