Manokwari, TP – Menyongsong penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Papua Barat, Polda Papua Barat, serta Pemuda Sanggeng Raya (PSR) menggelar Deklarasi Damai Anti Anarkis. Kegiatan berlangsung di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di perempatan lampu lalu lintas Sanggeng, Manokwari, Jumat (12/6/2026).
Deklarasi ini berisi lima poin kesepakatan yang dibacakan langsung oleh Ketua Umum Panitia Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 sekaligus Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere. Dalam pernyataannya, PSR dan masyarakat Manokwari menyatakan dukungan penuh terhadap imbauan Gubernur dalam menyambut perhelatan akbar tersebut.
Kelima poin kesepakatan itu meliputi: pertama, bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat; kedua, waspada terhadap provokasi, berita bohong, dan ujaran kebencian; ketiga, meningkatkan kewaspadaan dini terhadap upaya adu domba yang dapat memecah belah persatuan; keempat, menjadikan Manokwari sebagai tuan rumah yang bermartabat; dan kelima, menjadikan Pesparawi sebagai sarana penguatan iman, persaudaraan, serta promosi budaya dan kerukunan di Papua Barat.
Usai pembacaan, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah deklarasi sebagai bentuk komitmen bersama.
Ali Baham Temongmere menyampaikan apresiasi atas kesediaan PSR dan seluruh elemen masyarakat menyatukan tekad menjaga keamanan, tidak hanya dalam pernyataan lisan tetapi juga melalui tanda tangan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari visi misi Gubernur untuk mewujudkan daerah yang aman, sejahtera, dan bermartabat.
“Pada dasarnya manusia itu baik, namun lingkungan dan pengaruh dapat mengubahnya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif harus dapat mengarahkan kembali ke jalan kebaikan,” ujarnya.
Ia juga mengajak warga mengubah pandangan negatif yang selama ini melekat pada kawasan Sanggeng. “Jangan lagi menyebut Sanggeng sebagai jalur merah atau negatif. Kita buktikan bahwa kami juga orang baik, seperti orang tua dan leluhur kami,” tegasnya.
Temongmere yang juga beragama Islam mengaku merasa terhormat dipercaya memimpin panitia Pesparawi. “Belum pernah ada di dunia, seorang muslim memimpin perhelatan besar umat Kristen seperti ini. Karena itu, saya memohon dukungan agar saya tidak dipermalukan. Tamu yang datang harus merasa aman dan senang, begitu pula saat mereka pulang nanti,” pungkasnya. [FSM-R2]




















