Manokwari, TP – Sejumlah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan menyatakan sikap menolak rencana aksi unjuk rasa yang diagendakan menjelang kedatangan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Penolakan itu disampaikan dalam pertemuan peningkatan kewaspadaan dini yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat di Reremi, Manokwari, Kamis (18/6/2026).
Pertemuan tersebut juga membahas berbagai potensi kerawanan selama penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang akan dibuka langsung oleh Wapres pada Sabtu (20/6) mendatang di Lapangan RTH Borasi.
“Dalam pembahasan, sejumlah organisasi menolak rencana aksi yang juga menyuarakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis di Tanah Papua. Mereka secara tegas menyatakan mendukung penuh pelaksanaan Pesparawi,” ungkap Kepala Kesbangpol Papua Barat Reinhard Calvin Maniagasi, S.STP., M.Si., usai pertemuan.
Langkah ini sejalan dengan Instruksi Gubernur Papua Barat yang meminta seluruh komponen masyarakat berperan aktif menjaga kondusivitas daerah, khususnya Manokwari selaku tuan rumah. Suasana yang aman dan tertib diharapkan memudahkan panitia memberikan pelayanan terbaik bagi 38 kontingen dari seluruh provinsi yang telah hadir.
“Instruksi Gubernur dan himbauan pemerintah daerah sudah jelas. Mari kita tunjukkan sikap sebagai tuan rumah yang baik,” tegas Maniagasi.
Ia juga mengingatkan bahwa kedatangan Wapres bukan hanya untuk membuka ajang Pesparawi. Kehadiran pemimpin negara ini diharapkan membawa dampak positif bagi pembangunan Papua Barat, baik dari sisi kebijakan, infrastruktur, maupun perekonomian masyarakat. Wapres bahkan dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manokwari Selatan untuk meninjau pengolahan dan budi daya kakao di Ransiki.
Meskipun menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara, Maniagasi mengimbau agar tidak dilakukan pada momen ini. “Kita memang boleh menyampaikan pendapat, namun sebagai tuan rumah kita harus menjaga keamanan dan ketertiban. Manokwari dikenal sebagai Kota Injil dan kota religius, mari tunjukkan nilai kasih dan kebersamaan pada hajatan ini,” pungkasnya. [K&K-R2]




















