Bintuni, TP – Di sela-sela kegiatan peresmian dimulainya pekerjaan pelebaran dan peningkatan Jalan Dua Jalur Atibo–Kantor Bupati, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menunjukkan perhatiannya kepada masyarakat setempat dengan memborong dagangan Mama-mama Papua yang berjualan di pondok pasar Kampung Atibo, Distrik Manimeri, Sabtu (27/6/2026).
Usai mengikuti rangkaian seremoni yang ditandai dengan prosesi adat dan pengguntingan pita, Bupati secara langsung menghampiri para pedagang yang menjajakan hasil kebun mereka. Dengan ramah ia menyapa dan bertanya, “Mama jual apa?”
Mendapat jawaban bahwa yang dijual adalah hasil panen sendiri, Bupati langsung menyatakan akan memborong semuanya. “Semua saya borong, nanti saya bayar,” ujarnya.
Sontak, seluruh barang dagangan habis terjual. Berbagai komoditas yang dibeli antara lain cabai, ubi jalar, ubi kayu, keladi, pisang, kacang tanah, bunga pepaya, dan daun pepaya — semuanya merupakan hasil kebun warga Kampung Atibo dan sekitarnya.
Aksi spontan ini disambut sukacita oleh para pedagang yang selama ini mengandalkan hasil jualan untuk menopang kebutuhan keluarga, mulai dari biaya sehari-hari hingga pendidikan anak. Salah satu pedagang, Laurince Iba, menyatakan pendapatan dari berjualan sangat membantu meski jumlahnya tidak menentu.
“Kalau hasil jualan ada, dipakai untuk kebutuhan rumah dan sekolah anak yang kini duduk di kelas 1 SMP. Memang tidak pasti, tapi sangat berarti bagi kami,” katanya.
Para pedagang menyebut pembeli utama mereka selama ini adalah pegawai kantor pemerintahan dan warga yang melintas di kawasan tersebut. Sebagian juga mengaku pernah menerima bantuan pemerintah seperti BLT dan PKH, dengan besaran antara Rp600 ribu hingga Rp1 juta.
Tindakan Bupati ini menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap pelaku usaha kecil dan petani lokal. Langkah ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan hasil pertanian, sekaligus mendukung perekonomian di tingkat kampung.
Hal ini juga mencerminkan komitmen daerah dalam memberdayakan ekonomi rakyat dan meningkatkan kesejahteraan Mama-mama Papua yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. [CR25-R2]




















