Yohanis Manibuy : Tonggak Konektivitas dan Wajah Baru Teluk Bintuni
Bintuni, TP – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni secara resmi memulai pekerjaan pelebaran dan peningkatan Jalan Atibo menuju Kantor Bupati Teluk Bintuni menjadi dua jalur. Peresmian ditandai dengan prosesi adat dan pengguntingan pita di kawasan Jalan Atibo, Distrik Manimeri, pada Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kontrak nomor 602.1/03/PPK.03-BJJ/104/KONTR/DPUPR/2026 tertanggal 20 Mei 2026 yang dikelola Dinas PUPR setempat.
Turut hadir Bupati Yohanis Manibuy, SE., MH., Plt. Sekda IB Putu Suratna, pimpinan perangkat daerah, Dandim 1806/Teluk Bintuni, perwakilan Kejaksaan, tokoh masyarakat, pemilik hak ulayat, serta undangan lainnya.
Plt. Kepala Dinas PUPR Jonatir Nadeak, ST., MT., melaporkan ruas jalan yang dibangun memiliki panjang sekitar 10,35 kilometer dengan lebar 25 meter, membentang dari Atibo hingga batas kawasan kehutanan lama. Nantinya jalan ini menjadi gerbang utama dari arah Manokwari menuju pusat pemerintahan sekaligus wajah baru daerah. Proyek menggunakan skema kontrak tahun jamak, dimulai 2026 dan ditargetkan selesai dalam 720 hari atau tahun 2028.
“Keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan semua pihak. Kami harap pekerjaan sesuai standar agar hasilnya berkualitas dan bermanfaat luas,” ujarnya.
Perwakilan pemilik hak ulayat, Milianus Yetu, menyatakan dukungan penuh. “Ini harapan bersama, kami siap mengawal agar pembangunan berjalan lancar hingga selesai,” katanya.
Bupati Yohanis Manibuy menegaskan infrastruktur jalan menjadi kunci utama mengembangkan potensi daerah di sektor perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga investasi.
“Tanpa konektivitas yang baik, akses pasar dan distribusi hasil produksi akan terhambat. Jalan ini juga membuka akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lebih merata,” jelasnya.
Pembangunan ini sejalan dengan visi daerah periode 2025–2030 menuju “SERASI” — Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart, dan Inovatif. Jalan dua jalur nantinya dilengkapi peningkatan konstruksi dan pengaspalan agar lebih aman, nyaman, dan representatif.
Bupati mengajak kontraktor, pengawas, aparat, dan masyarakat turut mengawasi pelaksanaan pekerjaan. Ia juga meminta dukungan Kejaksaan agar proyek berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan hukum.
“Jalan ini akan menjadi tonggak penting konektivitas dan kemajuan daerah. Semoga berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang,” pungkasnya. [CR25-R2]




















