Manokwari, TP – Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) berkolaborasi dengan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Manokwari Laksanakan sosialisasi tentang Pelaksanaan Peremajaan Kelapa Sawit Perkebun bagi 3 Koperasi Masyarakat yang dikelola secara mandiri.
Kegiatan berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Prafi SP IV – Manokwari, Selasa (14/07/26).Sosialisasi ini turut dihadiri Kepala Bidang Perkebunan Dinas TPHP Manokwari, Yoseph D. Kinho mewakili Plt. Kepala Dinas Serdion Rahawarin, serta Kepala Seksi Penetapan Hak & Pendaftaran Kantah Kabupaten Manokwari Dody Irawan Natakusuma mewakili Kepala Kantah Kab Manokwari, Denny Aseano.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas TPHP Manokwari, Yoseph D. Kinho,S.E mengatakan, sosialisasi ini dilaksanakan dalam mendukung program pelaksanaan peremajaan kelapa sawit perkebunan di Kabupaten Manokwari tahun 2026.
“Kegiatan ini adalah salah satu pertanyaan untuk mendapatkan program pelaksanaan peremajaan kelapa sawit perkebunan di Kabupaten Manokwari dari pemerintah pusat,” ujar Yoseph.
Yoseph berharap melalui sosialisasi ini dapat diketahui kawasan – kawasan mana saja yang bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk peremajaan kelapa sawit perkebunan di Manokwari.
Sosialisasi yang dibawakan Kepala Seksi Penetapan Hak & Pendaftaran Kantah Kabupaten Manokwari Dody Irawan Natakusuma, tentang Mekanisme Penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) dalam mendukung program peremajaan kelapa sawit perkebunan di Kabupaten Manokwari.
“Bapak ibu yang memegang sertifikat harus memastikan dulu memastikan dulu tanahnya berada di luar kawasan hutan dan dipastikan tidak tumpang tindih dengan hak guna usaha,” jelas Dody Irawan Natakusuma.
Dody Irawan Natakusuma memastikan Kantah Kabupaten Manokwari siap membantu masyarakat yang ingin memastikan tanahnya tidak dalam kawasan HGU agar bisa digunakan untuk pelaksanaan program peremajaan kelapa sawit perkebunan.
“Kami di Pertanahan siap membantu bapak dan ibu memastikan bidang tanah tidak ada sengeketa batas. Ini untuk memberikan kepastian hukum untuk bapak dan ibu untuk menjalankan usaha,” pungkas Dody Irawan Natakusuma. [SDR-R3]




















