Manokwari, TP – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Papua Barat sedang berupaya meningkatkan jumlah kunjungan dan lama kunjungan wisatawan, atraksi maupun pelayanan di Provinsi Papua Barat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Jafar Werfete mengatakan, dengan meningkatnya jumlah kunjungan dan lama kunjungan wisatawan, tentunya akan berdampak langsung terhadap uang yang dibelanjakan di Papua Barat.
“Melalui jumlah kunjungan dan lama kunjungan wisatawan di Papua Barat akan berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD) juga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kita di Papua Barat,” jelas Werfete kepada para wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, ada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Papua Barat yang diberikan target untuk meningkatkan PAD, dimana Disbudpar Provinsi Papua Barat kurang lebih 7,05 persen dari APBD Provinsi Papua Barat.
“Kami berharap sampai akhir tahun ini, kita dapat memberikan kontribusi PAD dari sektor pariwisata kurang lebih 1 persen. Maaf, saya belum menghitung total nilainya, tetapi akan dilihat dari APBD kita,” jelas Werfete.
Ditanya tentang tantangan di tengah upaya peningkatan kunjungan dan lama kunjungan wisatawan di Papua Barat, Werfete mengakui, salah satu tantangan yakni aksebilitas ke wilayah Papua Barat.
Sebab, sambung Werfete, untuk maskapai penerbangan di wilayah Papua Barat, khususnya lagi Kabupaten Manokwari, hanya ada beberapa saja.
Untuk itu, ia menjelaskan, salah satu strategi, bagaimana Disbudpar mendongkrak daya tarik wisata supaya mempunyai daya tarik tersendiri terhadap wisatawan mau berkunjung ke Papua Barat.
Selain itu, ia mengakui, dari sisi promosi pariwisata masih minim, lebih banyak dilakukan melalui media sosial oleh publik yang sempat ke Papua Barat.
“Promosi secara serius belum kami lakukan, tetapi dengan situasi atau kondisi sekarang, kami masih memakai media teknologi, karena dengan melakukan promosi secara langsung di luar Papua Barat, mungkin sangat sulit. Jadi, kita hanya memanfaatkan perkembangan teknologi saja,” tandas Werfete. [FSM-R1]




















