• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Agustus 7, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home PAPUA BARAT

Pemprov Papua Barat Kejar Ketertinggalan SPM Lewat Pendampingan Teknis

AdminTabura by AdminTabura
07/08/2026
in PAPUA BARAT
0
Pemprov Papua Barat Kejar Ketertinggalan SPM Lewat Pendampingan Teknis

Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Nency Titty Lyda Wyzer mewakili Gubernur Dominggus Mandacan saat membuka workshop pendampingan teknis penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang digelar bersama Kemendagri dan Program SKALA, Rabu (5/8/2026). Foto: TP/IST

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari, TP – Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen segera keluar dari zona merah penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM). Langkah ini ditempuh lewat penguatan sinergi antarperangkat daerah dan peningkatan kemampuan pelaporan digital dalam workshop pendampingan teknis yang digelar bersama Kemendagri dan Program SKALA, Rabu (5/8/2026).

Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Nency Titty Lyda Wyzer mewakili Gubernur Dominggus Mandacan menyatakan kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat kapasitas tim dalam menerapkan SPM secara efektif dan terukur.

Ia mengungkapkan, salah satu kendala utama yang dihadapi adalah penentuan target tahunan pada enam bidang urusan serta pemetaan masalah, termasuk ketersediaan data penerima layanan yang akurat.

Oleh karena itu, pemahaman yang lebih mendalam sangat diperlukan agar pelayanan dasar yang inklusif dapat segera dirasakan masyarakat.

Lanjut Nency,  Pemprov Papuya Barat mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri. Seluruh peserta juga diharapkan memanfaatkan momen ini untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik, tepat sasaran, dan berkualitas.

“Seluruh peserta kiranya dapat memanfaatkan workshop ini secara optimal sebagai wujud komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar yang inklusif bagi masyarakat Papua Barat, pungkas Nancy. [*FSM-R2]

Previous Post

Terduga Pencurian Dana Kampung Saengga Berhasil Diamankan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!