Bintuni, TP – Cahaya seribu lilin menyala di Tugu Bangkit Bintuni Ku, Sabtu malam (8/8/2026), menjadi tanda duka sekaligus harapan keluarga dan masyarakat agar misteri kematian Yanto Idorway segera terungkap secara transparan. Aksi penyalaan lilin ini dihadiri keluarga besar Idorway, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bintuni dan Institut Transformasi Bintuni, pemuda tujuh suku, serta warga Teluk Bintuni.
Kegiatan diawali ibadah yang dipimpin Pendeta Kores Ansek, S.Th. Dalam doanya, ia menyerahkan seluruh proses perkara kepada Tuhan sembari memohon agar fakta terungkap tanpa tekanan, saksi berani bersuara, dan penyelidikan berjalan tuntas. “Tuhan bukalah jalan kepada para saksi agar mereka tidak diintimidasi, sehingga kebenaran dapat tampak terang benderang,” ujar Pdt. Kores.
Mewakili keluarga, Godlif Idorway menyampaikan apresiasi atas dukungan luas dari masyarakat. Ia memastikan hasil pemeriksaan forensik telah dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan pihak keluarga berkomitmen terus menempuh jalur hukum hingga kebenaran terungkap. “Kita kawal perkara ini hingga tuntas. Kebenaran pasti menang,” tegasnya.
Koordinator mahasiswa Ali Akbar Fimbay menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. “Ada sejumlah hal yang dinilai janggal, sehingga kami membutuhkan jawaban yang pasti. Jika proses penyelidikan belum memberikan kejelasan, mahasiswa, pemuda tujuh suku, dan masyarakat siap mengambil langkah lebih lanjut demi keadilan,” ujarnya.
Di tengah nyala lilin yang memenuhi kawasan tugu, harapan keluarga dan masyarakat menyatu: agar proses hukum berjalan objektif, transparan, dan segera mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada Yanto Idorway. Aksi berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan hingga selesai.{*CR25-R2]



















