Manokwari, TP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), menyalurkan bantuan modal usaha bagi 22 kelompok.
Modal usaha yang diberikan bersumber dari program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
“Proposal bantuan yang diajukan kepada Kemendes PDT telah disetujui untuk 22 kelompok usaha dengan jumlah anggaran Rp2,2 miliar,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Manokwari, Aswandi kepada wartawan di RTP Borarsi, Selasa (11/8/2026).
Dari program tersebut, masing-masing kelompok usaha menerima bantuan sebesar Rp100 juta untuk pembuatan demplot percontohan. Dikatakan Aswandi, 22 kelompok usaha tersebar tiga distrik, yakni Manokwari Utara 10 kelompok, Masni 6 kelompok, dan Prafi 6 kelompok.
“Proses penyaluran bantuan akan dilakukan langsung melalui rekening masing-masing penerima setelah tahapan administrasi diselesaikan,” pungkasnya.
Ia menambahkan, selain kelompok usaha, program TEKAD juga memberikan dukungan kepada tiga Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dengan total anggaran Rp1,05 miliar. Masing-masing BUMK mendapat dukungan modal sebesar Rp350 juta yang pemanfaatannya disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi usaha di wilayah masing-masing.
Aswandi menjelaskan, bantuan tersebut antara lain diarahkan untuk mendukung sektor pertanian. BUMK Maju Bersama di SP 1 Prafi Mulya akan menggunakan bantuan untuk pengadaan mesin tanam. BUMK di SP 2 diarahkan pada penyediaan pupuk hortikultura. Sedangkan BUMK di SP 8 mengembangkan usaha ternak ayam petelur yang telah mulai berproduksi.
Pmanfaatan program TEKAD disesuaikan dengan potensi ekonomi di masing-masing distrik. Distrik Manokwari Utara diprioritaskan untuk pengembangan budidaya dan komoditas kakao. Distrik Masni diarahkan pada pengembangan peternakan ayam petelur, sedangkan Distrik Prafi difokuskan pada penguatan UMKM, tanaman hortikultura dan kelompok tani sayuran.
“Uang ini adalah modal awal. Kami menugaskan tim pendamping untuk melakukan pengawasan ketat dan menyeluruh agar pemanfaatan anggaran benar-benar tepat sasaran sesuai RAB,” tegas Aswandi.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mendorong masyarakat tidak hanya menghasilkan komoditas mentah, tetapi juga mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengapresiasi dukungan Kemendes PDT terhadap keberlanjutan program TEKAD di Kabupaten Manokwari.
Menurutnya, program tersebut penting karena bantuan disesuaikan dengan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing wilayah dan sangat menyentuh masyarakat kampung karena menyelaraskan bantuan anggaran dengan potensi riil daerah masing-masing.
Ia mengingatkan seluruh kelompok penerima dan pengurus BUMK agar menjaga tertib administrasi serta akuntabilitas penggunaan bantuan.
“Setiap rupiah dari bantuan ini harus ada laporan pertanggungjawabannya. Jangan sampai setelah terima uang, laporannya tidak ada,” tegasnya. [SDR-R2]




















