Manokwari, TP – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) memindahkan lokasi pembangunan Pabrik Pupuk Fakfak dari lokasi awal yang sebelumnya telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 11 November 2023 silam.
Pergeseran lokasi pembangunan pabrik yang merupakan Program Strategis Nasional (PSN) tersebut dilakukan karena lokasi awal seluas 500 meter persegi ternyata berada di kawasan karst atau batuan berongga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Papua Barat, Raymond R.H. Yap, mengatakan pembangunan sempat tertunda sejak pihaknya memproses dokumen awal hingga kajian AMDAL, dan hasilnya menunjukkan kawasan tersebut didominasi batuan berongga. Laporan tersebut telah diserahkan kepada kementerian dan lembaga terkait, sehingga muncul rencana pergeseran lokasi pembangunan.
“Kawasan awal didominasi batu berongga. Dikhawatirkan saat mesin pabrik beroperasi dengan getaran dan tekanan terus-menerus, dapat menimbulkan risiko ambruk,” ujar Yap.
Kini telah ditetapkan lokasi baru yang masih berada di dalam wilayah hak pengelolaan PKT seluas 2.000 hektar. Namun demikian, seluruh proses kajian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan dokumen perizinan harus dimulai kembali dari awal mengingat lokasi dan masyarakat yang terdampak berbeda dari sebelumnya.
“Kurang lebih dua minggu lalu, pihak PKT telah bersilaturahmi bersama Gubernur Papua Barat sekaligus menyampaikan rencana pemindahan lokasi. Prosesnya masih panjang, dan kemungkinan BRIN juga akan menyampaikan masukan tertulis,” tandas Yap.
Dalam pertemuan tersebut juga disarankan agar PKT memperkuat tim sosial dan melaksanakan konsultasi publik secara menyeluruh. [FSM-R2]




















