Manokwari , TP – Wakil Bupati Manokwari meminta masyarakat meningkat kewaspadaan menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga Oktober mendatang dan munculnya titik-titik kebakaran.
“Sesuai prakiraan BMKG, musim panas tahun ini cukup panjang hingga Oktober. Kita tidak ingin kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa daerah lain di Papua juga melanda Kabupaten Manokwari,” kata Mugiyono saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati Manokwari, Senin (24/8/2028).
Mugiyono mengungkapkan, Bupati Manokwari telah menerbitkan surat edaran yang melarang aktivitas pembakaran sampah dan pembersihan lahan dengan cara dibakar. Kerja sama lintas sektor diperlukan untuk mengantisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Manokwari.
“Jika memang harus membakar sampah, pastikan api benar-benar padam total sebelum ditinggalkan. Penggunaan listrik juga perlu diwaspadai karena beban berlebih di musim panas berpotensi memicu korsleting hingga kebakaran besar. Bagi warga yang merokok, kami minta dengan sangat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan,” pesannya.
Selain kewaspadaan terhadap kebakaran, Mugiyono juga mengimbau warga menjaga kesehatan fisik dan kondisi keluarga di tengah cuaca ekstrem. Ia turut menginstruksikan seluruh OPD terkait agar bergerak cepat dan tidak menjadikan kendala anggaran sebagai alasan menunda penanganan bencana di lapangan.
“OPD teknis harus responsif. Jika terjadi kebakaran atau kendala lain, langsung turun ke tempat kejadian. Jangan sampai masalah tidak diselesaikan hanya karena alasan dana. Karena kondisi kemarau ini masih panjang, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita,” pungkasnya. [SDR-R2]










