Bintuni, TP — Polres Teluk Bintuni bersama tim pemadam kebakaran dan tim keamanan LNG Tangguh bergerak bersama menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kampung Tanah Merah Baru, Distrik Sumuri, Selasa (25/8/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut Surat Perintah Kapolres Nomor Sprin/348/VIII/PAM.3/2026/Bagops serta arahan Kapolres terkait penanganan karhutla di wilayah hukum Polsek Babo.
Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Marully Rachmat Azwar, S.H., S.I.K., M.M., menyebutkan sebanyak 75 personel dikerahkan — terdiri dari 20 personel Polres dan 55 personel LNG Tangguh dari unsur tim Damkar dan pengamanan.
Kegiatan diawali pukul 08.00 WIT dengan apel konsolidasi di Pos Log Pond, dilanjutkan pembagian tugas sesuai titik lokasi kebakaran. Pada pukul 09.30 WIT, satu tim bergerak menuju titik api di STA-3500, di luar pagar area Site LNG Tangguh. Petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan guna mencegah api kembali menyala.
Dua titik api berskala kecil berhasil dipadamkan, namun petugas menemukan batang kayu dan akar yang masih menyimpan panas di dalam tanah — berpotensi memicu kebakaran kembali jika tidak didinginkan secara menyeluruh. Penyemprotan dilakukan menggunakan 5 unit Fire Truck, 5 unit Water Truck, serta 20 set alat cangkul dan sekop.
Pemantauan juga diperketat di wilayah Kampung Saenga yang masih terlihat asap. Pencegahan dilakukan melalui penyemprotan menyeluruh, pemantauan udara dengan drone, serta patroli rutin. Rangkaian kegiatan berakhir pukul 17.30 WIT, namun personel tetap bersiaga.
Kapolres menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan aparat dan perusahaan. “Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran, terutama di musim kemarau,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Teluk Bintuni Iptu Ludfi Hakim Iha, S.H., Polres mengimbau masyarakat, tidalk membakar sampah di dekat lahan kering dan semak belukar, membuang puntung rokok di tempat yang aman, jangan di semak atau rumput kering.
Kemudian menghentikan pembukaan lahan dengan cara dibakar, api dapat cepat merambat dan sulit dikendalikan. “Jangan aktivitas yang dianggap kecil justru meluas dan merugikan lingkungan serta masyarakat,” tegas Ludfi.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan jika melihat titik api atau kepulan asap yang mencurigakan. Sinergi aparat, perusahaan, dan masyarakat diharapkan mampu menekan risiko karhutla dan menanganinya secara cepat sebelum meluas. [CR25-R2]










