Bintuni, TP — Tim Satuan Tugas Penanganan Bencana Karhutla Kabupaten Teluk Bintuni terus bergerak menyalurkan air bersih ke sejumlah kampung yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang. Distribusi telah berjalan empat hari terakhir, menjangkau wilayah Distrik Manimeri, SP3, Kampung Horna Baru, dan Kampung Muturi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Teluk Bintuni, Yames Elias Nussy, S.IP., menyampaikan hal itu usai rapat Satgas yang dipimpin Bupati Yohanis Manibuy, S.E., M.H. di GSG Bintuni, Selasa (1/9/2026).
Pemerintah daerah juga mengidentifikasi sumber air dengan debit sekitar 10 liter/detik di kawasan GSG, namun belum maksimal disalurkan karena jaringan pipa rusak. “Kami akan tinjau dan perbaiki jaringan agar sumber air ini bisa difungsikan untuk masyarakat,” ujar Yames.
Pemetaan titik sumber air terus dilakukan, baik gravitasi maupun sumur bor. Tim juga direncanakan turun ke Distrik Sumuri dan wilayah lain yang berpotensi krisis air. Penyaluran diprioritaskan ke daerah yang paling membutuhkan, dengan penanganan bertahap mengingat keterbatasan kapasitas sumber air.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan armada, termasuk satu kendaraan Dinas PU yang rusak. Untuk mengatasinya, kendaraan dari Sekretariat Daerah dan instansi lain dikerahkan bersama-sama.
Masyarakat menyambut baik bantuan ini. “Sangat membantu, terutama pagi hari saat anak-anak bersiap ke sekolah. Sebelumnya harus cari air jauh,” ungkap warga. Air disalurkan sesuai kapasitas penampungan masing-masing rumah untuk kebutuhan mandi, memasak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menegaskan akan terus memantau kondisi sumber air, meninjau wilayah terdampak, dan memastikan bantuan menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.[CR25-R2]










