Sorong, TP — Jaringan telekomunikasi yang dibangun hingga ke kampung-kampung di Kabupaten Maybrat dan Tambrauw kini banyak yang tidak berfungsi, padahal belum berusia satu tahun.
Bertolak dari kondisi itu, Anggota DPR Papua Barat Daya Dapil Tambrauw, Willem Assem , meminta pemerintah pusat segera menyediakan anggaran pemeliharaan, dan memperingatkan agar tidak membiarkan warga mengambil tindakan sendiri terhadap menara yang terbengkalai.
Willem menyoroti kondisi jaringan yang dibangun menggunakan anggaran APBN melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika. Awalnya fasilitas ini sangat bermanfaat bagi warga, ASN, TNI, dan Polri, namun kini banyak yang mati dan hanya menyisakan menara.
“Awal-awalnya manfaatnya sangat baik. Tapi tidak sampai satu tahun, semua sudah tidak berfungsi. Yang kami temukan di wilayah Maybrat dan Tambrauw seperti itu,” kata Willem di kantor DPR PBD, Senin (7/9).
Ia menyayangkan pembangunan tidak disertai jaminan pemeliharaan, sehingga fasilitas akhirnya terbengkalai. Willem meminta Dinas Kominfo Provinsi Papua Barat Daya menyampaikan persoalan ini ke Kementerian Kominfo agar disediakan anggaran pemeliharaan dan jaringan diaktifkan kembali.
“Kami berharap ada biaya pemeliharaan untuk jaringan-jaringan yang ada di seluruh wilayah Papua Barat Daya, khususnya yang berada di kampung-kampung dan distrik. Ini harus diaktifkan kembali untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Willem juga mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan kondisi ini, karena warga mulai ada yang berpikir memotong menara dan menjualnya sebagai besi tua.
“Kalau pemerintah tidak memperhatikan ini atau menyiapkan biaya pemeliharaan, apabila ke depan masyarakat merusak atau memotong, jangan salahkan masyarakat,” ujarnya.
“Ini sangat membantu aktivitas masyarakat, pegawai, TNI, Polri dan siapa saja. Jangan sampai dibangun kemudian ditinggalkan begitu saja,” pungkas Willem . [CR24-R2]










