Manokwari, TP — Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, melakukan kunjungan kerja ke Manokwari Selatan, Papua Barat, tepatnya Kampung Sidomulyo, Distrik Oransbari, Sabtu (12/9/2026). Fokus utama kunjungan ini adalah pengembangan transmigrasi lokal, peningkatan infrastruktur dasar, serta kerja sama pengembangan komoditas unggulan seperti matoa yang direncanakan diekspor.
Rombongan Menteri Transmigrasi yang tiba dan Bandara Rendani Manokwari menggunakan pesawat pribadi langsung disambut Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, serta para pimpinan OPD lingkup Pemprov Papua Barat.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Papua Barat, Eduar Toansiba, SH., M.A.P., yang ditemui di Bandara Rendani Manokwari, menjelaskan kunjungan ini difokuskan pada sejumlah program prioritas, terutama di sektor ekonomi dan pengembangan transmigrasi lokal.
“Terutama di rumah-rumah ARPAD ada kerja kelompok yang menjalin kerja sama dengan Universitas Airlangga. Salah satu yang dikembangkan adalah pengolahan buah matoa, yang untuk pertama kalinya dipromosikan di Papua Barat dan direncanakan diekspor ke luar negeri,” ujar Eduar.
Menteri juga meninjau langsung kawasan transmigrasi lokal di Kampung Bindai dan Uras Pari. Di Uras Pari, terdapat sekitar 10 kelompok yang bergerak di bidang pertanian, pendidikan, hingga kesehatan. Menteri menekankan kawasan transmigrasi lokal harus diperkuat melalui pembangunan infrastruktur dasar: jalan, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas kesehatan.
Ada dua pesan utama yang disampaikan Menteri. Pertama, menata kembali kawasan transmigrasi lokal dengan memperbaiki fasilitas umum , renovasi masjid, gereja, gedung sekolah, dan puskesmas. Kedua, pengembangan tenaga kerja tanpa mendatangkan transmigran dari luar daerah.
“Beliau berharap ke depan transmigrasi lokal yang sudah ada dikembangkan, jangan dipindahkan. Kalau memang harus dipindahkan, terlebih dahulu harus diciptakan lapangan kerja. Tidak ada penambahan atau pemindahan tenaga kerja dari luar, tapi yang dimanfaatkan adalah tenaga kerja lokal yang sudah ada,” tegas Eduar.
Kerja sama juga dijajaki dengan Tim Expedisi Patriot serta lembaga-lembaga terkait untuk mendukung program Transmigrasi Lokal (Translokal), termasuk di kawasan SP1. Diharapkan kunjungan ini membawa dampak positif bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi Papua Barat.[K&K-R2]










