• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home DAERAH PEGAF

Rayakan HUT PI ke-68 di Pegaf, Umat GPKAI Lepas Tanah Adat untuk Pembangunan Situs Injil

AdminTabura by AdminTabura
17/09/2026
in PEGAF
0
Rayakan HUT PI ke-68 di Pegaf, Umat GPKAI Lepas Tanah Adat untuk Pembangunan Situs Injil

Ibadah Syukur HUT Pekabaran Injil (PI) ke 68 Tahun di wilayah Hatam Minyambouw, dipusatkan di Gereja Betel Minyambouw, Pegaf, Kamis (17/9/2026). TP/FSM

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari, TP – Ratusan umat GPKAI merayakan HUT Pekabaran Injil  ke-68 di Gereja Betel Minyambouw, Pegunungan Arfak, Kamis (17/9/2026). Momen bersejarah ini ditandai pelepasan tanah adat untuk pembangunan situs Pekabaran InjiI [PI].

Pelaksanaan Ibadah syukut HUT PI ke-86 dipimpin Pdt. Melky Ayok, S.Th. M.Th dengan thema “Betapa Indahnya Berita Baik di Atas Gunung (Yesaya 52:7)” dengan misi mempererat persatuan antarsuku dan memperkuat sinergi pembangunan bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat.

​Ibadah syukur turut dihadiri oleh perwakilan berbagai suku, seperti Hatam, Hatam Moile, Hatam Sougb, Hatam Meyah, Hatam Moskona, dan Hatam Kebar ditandai dengan penandatanganan pelepasan tanah adat untuk pembangunan situs PI serta seruan dari Pemprov Papua Barat agar momentum sejarah ini dijadikan landasan memperkuat toleransi, moral, dan kemajuan masyarakat di Tanah Arfak.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Papua Barat, Legius Wanimbo mengatakan, perayaan ini bukan sekedar serimonial tahunan. melainkan momentum sejarah untuk mengenang perjalanan panjang terang injil yang ditaburkan di Tanah Papua secara khusus di Minyambouw, Pegunungan Arfak.

Dikatakan Wanimbo, terang injil telah membawa hidup, kedamaian, keselamatan bagi umat GPKI di seluruh wilayah Hatam secara khusus tetapi juga Pegunungan Arfak dan Papua secara umum.

“Thema tahun ini mengingatkan kita bahwa injil yang ditaburkan 68 tahun silam merupakan kabar baik yang membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat di Pegaf dari kegelapan menuju ke terang dan dari keterasiangan menuju persekutuan,” kata Wanimbo saat membacakan pidato Gubernur Papua Barat dalam HUT PI.  

Menurutnya, sub tema ini menekankan pentingnya persatuan diantara umat GPKAI suku Hatam, Hatam Soub, Hatam Meyah, Hatam Moskona dan Hatam Kebar dalam menyambut terang injil secara bersama-sama. 

Persatuan dan kesatuan ini sejalan dengan semangat pembangunan Provinsi Papua Barat. Sebab, keberagaman suku dan budaya harus menjadi pemersatu bukan pemisah demi terwujudnya masyarakat yang harmonis, sejahtera dan berkeadilan.

Pemprov Papua Barat berkomitmen terus bersinergi dengan lembaga keagamaan termasuk GPKAI, demi pembangunan SDM yang unggul dan beraklat mulia. 

“Mari kita jadikan perayaan ini sebagai titik tolak untuk membangun Minyambouw dan sekitarnya yang lebih maju, damai dan sejahtera sejalan dengan visi pembangunan Papua Barat yang berkelanjutan,” tandas Wanimbo.

Ketua Umum, Majelis Umum GPKAI se Indonesia, Pdt. Dr. Pilipus Manggaprouw, M.Th mengatakan, ibadah HUT PI ini merupakan ucapan syukur dan pujian kepada Tuhan, karena hari ini 68 tahun Injil masuk di suku Hatam dan Moile.

Dikatakan Manggaprouw, puji Tuhan bahwa, Dia tidak meninggalkan dan melupakan umatnya, sehingga Tuhan mengutuskan hamba-hambanya, para penginjil dan misionaris datang dari jauh untuk membawa kabar baik itu.

“Sejarah ini penting bagi kita, kalau kita lihat sejarah ini mengingatkan kita bagaimana Allah bekerja di masa lampau untuk memajukan kita dimasa kini,” kata Manggaprouw dalam sambutannya, pada HUT PI ke-68 Tahun.

Kalau dilihat pada Alkitab, kata Manggaprouw, banyak sejarah-sejarah di tulis. Sejarah bangsa Israel keluar dari Mesir, dalam sejarah itu bagaimana Allah bekerja dan menyertahi umatnya hingga bangsa itu keluar dari Mesir hingga tiba di Tanah Perjanjian.

Sejarah GPKAI, lanjut Manggaprouw, sejarah yang dimulai dari kedua misionari yang merupakan ujung tombak penginjilan di Tanah Papua yakni, Warter Erikson dan Edward Raymond Tritt. Mereka darang memberitakan injil di Papua.

“GPKAI lahir dari penderitaan dan tantangan yang berat dan lahir dari mati syair dari Erikson dan Edward. Karena mereka lewati Manokwari, Saukorem, Kebar, lanjut ke Snopi hingga di bunuh di Aifat kepala Burung. Dari situlah lahirlah gereja kita GPKAI sampai hari ini,”  tandas Manggaprouw.

Sementara itu, Sekretaris I Panitia HUT PI ke-68 Tahun 2026, Lepinus Indouw mengatakan, ini merupakan pelaksanaan ketiga kalinya sejak tahun 2024 hingga tahun 2026.

Menurutnya, acara ini digelar sebagai bentuk ucapan syukur atas masuknya Injil yang membawa perubahan bagi masyarakat setempat.

​”Pelaksanaan HUT PEI ini sebagai ungkapan syukur karena Injil masuk di Minyambouw, wilayah Hatam, pada tahun 1958. Artinya, sudah 68 tahun Injil membawa perubahan bagi orang Arfak,” ujar Indouw di sela-sela ibadah syukuran.

​Ia menjelaskan, sebelum Injil masuk, masyarakat masih hidup dalam kegelapan dan memegang kebiasaan lama seperti penggunaan obat-obatan racun. Namun, kehadiran Injil membawa penerangan, khususnya melalui pendidikan, yang berhasil mencetak para pemimpin lokal.

​”Dengan adanya Injil, orang Arfak mulai mengenal pendidikan dan kini banyak yang menjadi pemimpin di negeri sendiri, seperti Ketua DPR Papua Barat, Bupati Manokwari, hingga Bupati Manokwari Selatan. Semua itu adalah buah dari pekabaran Injil,” tandas Indouw. [FSM-R2]

Previous Post

Temuan BPK Rp3,33 Miliar di PUPR PBD, LIN Akan Lapor ke Polda dan Kejati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!