Wabup Joko Lingara Buka Workshop Kurasi Sastra Lisan
Bintuni, TP — Warisan budaya lisan tujuh suku asli Teluk Bintani akan segera diabadikan menjadi karya tulis. Wakil Bupati Teluk Bintani Joko Lingara secara resmi membuka Workshop Kurasi dan Penyuntingan Naskah Sastra Lisan Cerita Rakyat 7 Suku Kabupaten Teluk Bintani, Rabu (23/9/2026) di Ruang Cendrawasih, Hotel Steenkoll Bintuni.
Mengusung tema “Dari Tutur Kata Menjadi Karya”, kegiatan ini digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk menghimpun, menyusun, dan menerbitkan cerita rakyat yang selama ini diwariskan turun-temurun secara lisan oleh suku Sumuri, Sebyar, Sougb, Moskona, Wamesa, Irarutu, dan Kuri.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Robert Irianto Parantean, S.Pd., M.Sc., menjelaskan bahwa kekayaan budaya, mitos, legenda, dan nilai luhur masyarakat adat semakin mendesak untuk didokumentasikan. Jika tidak segera dibukukan, warisan ini dikhawatirkan hilang ditelan zaman.
“Kita pastikan isi cerita tetap menjaga nilai kesakralan dan keaslian sejarah masing-masing suku melalui kurasi bersama tokoh adat,” ujarnya.
Sebanyak 14 peserta mewakili ketujuh suku mengikuti kegiatan berlangsung 23–25 September. Narasumber ahli dari Universitas Cenderawasih dan Gramedia Jakarta membimbing peserta mulai dari teknik penulisan, penyuntingan, hingga penyelarasan naskah agar layak terbit tanpa menghilangkan jiwa dan nuansa budaya asli.
Wakil Bupati Joko Lingara mengapresiasi langkah ini. “Sastra lisan adalah identitas dan jati diri kita. Jika tidak digali dan ditulis, ia akan punah,” tegasnya. Ia berharap hasil karya nantinya menjadi bahan bacaan bermutu bagi pelajar dan masyarakat, sekaligus menjaga identitas budaya Tanah Sisar Matiti untuk generasi mendatang.
Hadir pula Asisten III Setda Jacomina Jane Mahdalena Fimbay, S.Pd., M.M., Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sistoyo, S.Pd., M.M., serta Ketua LMA 7 Suku Marthen Wirsin, tokoh adat, dan undangan lainnya. [CR25-R2]










