Bintuni, TP — Kabut asap yang menyelimuti wilayah Teluk Bintuni mulai menurunkan jarak pandang di sekitar Bandara Bintuni, namun hingga saat ini aktivitas penerbangan masih berjalan normal. Keselamatan tetap menjadi prioritas; pilot diminta ekstra waspada dan pendaratan bisa sedikit tertunda jika visibilitas menurun.
Kepala Seksi Keamanan dan Keselamatan Penerbangan Bandara Bintuni, Yance Daud Imanuel Ayomi, menjelaskan jarak pandang saat ini terkadang hanya 2 kilometer dari titik landasan, jauh di bawah kondisi ideal 10 kilometer. Hal ini memaksa pilot melakukan manuver tambahan mencari celah pandang aman sebelum mendarat, sehingga waktu kedatangan bisa sedikit mundur.
“Sampai saat ini belum ada pembatalan rutin. Namun jika kabut makin tebal, koordinasi dengan maskapai akan diperketat demi keselamatan,” ujar Yance.
Ia berharap pemerintah daerah turut menindaklanjuti sumber asap, terutama jika berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan, agar tidak semakin mengganggu keselamatan penerbangan.
Sejauh ini, Bandara Bintuni masih aktif melayani rute penerbangan Bintuni–Manokwari, Bintuni–Sorong, Bintuni–Kambuaya, Bintuni–Fakfak, serta penerbangan perintis Susi Air dan Smart Air. Seluruhnya tetap beroperasi dengan peningkatan kewaspadaan saat lepas landas dan mendarat.
Pemantauan cuaca dan visibilitas terus dilakukan secara berkala. Apabila kondisi memburuk, prosedur operasional akan disesuaikan demi menjamin keselamatan penumpang dan awak pesawat. [CR25-R2]










