• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home News

Dinkes Manokwari Tetap Status KLB Campak

AdminTabura by AdminTabura
05/10/2026
in News
0
Dinkes Manokwari Tetap Status KLB Campak

Pelayanan imunisasi campak di PAUD/TK Negeri Pembina Manokwari, Senin (5/10/2026). Foto:TP/SDR

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

‎Manokwari, TP – Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak setelah jumlah kasus mencapai 74 kasus sejak awal 2026 hingga September dan tersebar di delapan puskesmas.

‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare, mengatakan penetapan KLB dilakukan setelah peningkatan kasus memenuhi ketentuan, yakni apabila dalam empat minggu berturut-turut ditemukan sedikitnya lima kasus.
‎
‎“Kasus campak dari bulan Januari sampai minggu ke-36 sementara meningkat. Kita punya kasus campak ini sebanyak 74 kasus yang tersebar di delapan puskesmas,” kata Alexander, Senin (5/10/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, pada minggu ke-34 hingga minggu ke-36 tercatat 20 kasus campak. Jumlah tersebut telah memenuhi persyaratan untuk menetapkan status KLB sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
‎
‎“Dalam artian ini bukan hal yang negatif, melainkan agar penanganan terintegrasi,” ujarnya.
‎
‎Sebagai langkah penanggulangan, Dinkes Manokwari melaksanakan imunisasi campak-rubela secara serentak mulai 5 hingga 14 Oktober 2026. Sasaran imunisasi yakni anak usia 9 bulan sampai dengan di bawah 5 tahun.
‎
‎Pelaksanaan imunisasi dilakukan secara massal di wilayah kerja puskesmas maupun distrik. Dinkes Manokwari juga melibatkan pemerintah distrik, kelurahan, RT/RW serta pemangku kepentingan lainnya untuk menjangkau anak-anak yang menjadi sasaran.
‎
‎Pemberian imunisasi juga menyasar anak-anak di lingkungan pendidikan. Di TK Negeri Pembina Manokwari, sebanyak 50 siswa menjadi sasaran imunisasi campak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kekebalan anak terhadap penyakit tersebut.
‎
‎Alexander mengatakan peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Kabupaten Manokwari, tetapi juga ditemukan di sejumlah daerah lain di Papua Barat, di antaranya Teluk Wondama dan Fakfak.
‎
‎“Kita sementara penanganan untuk kasus campak ini kita bergerak secara serempak, kita dibantu oleh Dinkes Provinsi Papua Barat, sehingga kita sama-sama sementara berjalan,” katanya.
‎
‎Dalam pelaksanaan imunisasi, Dinkes Manokwari masih menemukan adanya penolakan dari sebagian warga. Menurut Alexander, petugas di lapangan melakukan sosialisasi dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada warga.
‎
‎Pelibatan tokoh agama dan masyarakat diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi campak-rubela, terutama dalam meningkatkan kekebalan tubuh anak.
‎
‎“Kita juga berharap masyarakat ini jangan ada lagi penolakan karena ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak, dimana kita sedang mempersiapkan generasi emas 2045,” ujarnya.
‎
‎Alexander menilai penolakan terhadap imunisasi perlu diminimalkan karena dapat menghambat upaya meningkatkan kekebalan anak. Ia berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan imunisasi yang dilakukan pemerintah.
‎
‎“Kalaupun ada penolakan ini sangat disayangkan generasi ke depannya dengan kekebalan yang minim sehingga kita harapkan jangan lagi ada penolakan untuk dilakukan imunisasi,” katanya. [SDR-R2]

Previous Post

Hari Jadi ke-81 TNI, Kasdam XVIII Kasuari Tekankan Pedoman Prajurit

Next Post

Nyaris Bentrok,  Gerbang Fahutan dan FKIP Unipa Kembali Dipalang, Tebang Palem Langka

Next Post
Nyaris Bentrok,  Gerbang Fahutan dan FKIP Unipa Kembali Dipalang, Tebang Palem Langka

Nyaris Bentrok,  Gerbang Fahutan dan FKIP Unipa Kembali Dipalang, Tebang Palem Langka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!