Manokwari, TP – Masyarakat Papua Barat diajak untuk mendukung pelaksanaan program imunisasi campak dan mempercayai informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan serta tenaga medis.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua Komite III DPD-RI, Dr. Filep Wamafma di tengah upaya pemerintah menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Manokwari melalui Outbreak Response Immunization (ORI) Campak yang dijadwalkan berlangsung pada 5–17 Oktober 2026.
“Masyarakat dimana saja berada, percayalah kepada Dinas Kesehatan, petugas kesehatan bahwa apa yang dilakukan ini tidak sedikit pun merugikan masyarakat,” kata Wamafma dalam riliase pers via WhatsApp Gruop, Senator Papua Barat, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, program kesehatan yang dilakukan pemerintah bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah penyebaran penyakit.
“Justru yang dilakukan ini adalah untuk membantu masyarakat hidup jauh lebih sehat dan terhindar dari ancaman penyebaran virus,” ujar Wamafma seraya meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi mengenai imunisasi yang sumber dan kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Ada isu, hoaks, asumsi atau opini, itu diabaikan. Yang utama adalah kesehatan,” ujarnya.
Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, sekolah, keluarga dan masyarakat menjadi penting agar upaya pencegahan penyakit dapat berjalan efektif. “Yang utama adalah kesehatan,” pungkas Wamafma.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat telah mempersiapkan pelaksanaan ORI Campak selama 12 hari kerja, mulai 5 hingga 17 Oktober 2026.
Sebanyak 11 Puskesmas di Kabupaten Manokwari dilibatkan dalam pelaksanaan imunisasi tersebut. Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi mencapai sedikitnya 95 persen dari jumlah anak yang menjadi sasaran.
Pelaksanaan ORI dilakukan sebagai respons atas ditemukannya kasus campak di sejumlah wilayah Kabupaten Manokwari. Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan, sekitar 70 kasus tercatat hingga minggu ke-36 tahun 2026 dan tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas. [*FSM-R2]










