Sorong, TP — Pelantikan Achas Marlon Budji atau Ais Budji, Rabu (7/10/2026), bukan sekadar mengisi kekosongan kursi Partai Demokrat yang ditinggalkan almarhum Melkianus Way. Lebih dari itu, perjalanan tokoh pemuda Kompleks Aspen ini menegaskan: ruang demokrasi terbuka bagi siapa saja, tanpa dibatasi latar belakang maupun lingkungan asal.
Ais Budji dilantik melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2024–2029. Pada Pemilu 2024 di Dapil Kota Sorong 2, ia meraih 890 suara, berada di urutan kedua setelah Melkianus Way (1.219 suara). Berdasarkan aturan, suara tersebut menjadi dasar pengisian kursi yang kosong.
Ais Budji dikenal sebagai Ketua Pemuda Kompleks Aspen, kawasan yang memiliki dinamika sosial tersendiri. Pada Mei 2026, saat Polda Papua Barat Daya bersilaturahmi ke kawasan tersebut, ia ikut menyuarakan pentingnya keamanan lingkungan dan pembangunan pos kamling — bukti pengabdian yang tumbuh dari akar masyarakat.
Bagi Ais Budji, perjalanan ini membuktikan politik elektoral menyediakan jalan bagi warga untuk mengabdi. “Yang menentukan bukan dari mana seseorang berasal, melainkan bagaimana memperoleh mandat rakyat dan mempertanggungjawabkannya,” ucapnya.
Kini, ia tak hanya membawa aspirasi pemuda Aspen. Sebagai anggota DPR Kota Sorong, ia memikul tanggung jawab lebih luas: menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan demi kepentingan seluruh masyarakat. Babak baru pengabdian pun dimulai dari lingkungan, untuk rakyat.[CR30-R2]










