Manokwari , TP – Faizal Kelian resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Barat periode 2026–2030. Ia mengaku telah mengantongi dukungan dari 23 pemilik suara yang terdiri atas klub sepak bola dan sejumlah asosiasi.
Faizal mengungkapkan, berkas pendaftarannya telah diserahkan ke panitia dan melalui proses verifikasi oleh Komite Pemilihan dan dinyatakan lengkap. Selanjutnya, tinggal tahapan berikutnya sesuai mekanisme pemilihan yang berlaku.
“Berkas sudah diverifikasi Komite Pemilihan dan dinyatakan lengkap. Sekarang kami menunggu proses selanjutnya, termasuk penetapan calon tetap untuk mengikuti kontestasi pemilihan nanti,” kata Faizal kepada wartawan usai pendaftaran di Sekretariat Komite Pemilihan, Jumat (9/10/2026).
Ia menjelaskan, dukungan yang diterimanya berasal dari tujuh Asosiasi Kabupaten (Askab), 14 klub anggota PSSI, serta dua asosiasi, yakni Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia dan Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia.
Faizal merasa dukungan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya kembali maju untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode kedua. Ia yakin, dukungan dari klub dan asosiasi merupakan bentuk penilaian terhadap kinerjanya selama memimpin sepak bola Papua Barat pada periode 2022–2026.
“Tanpa dukungan teman-teman semua, saya tidak bisa maju. Rekam jejak selama kurang lebih empat tahun ini tentu mereka yang menilai, termasuk apa yang sudah kami lakukan untuk sepak bola Papua Barat,” ujarnya.
Petahana ini mengungkapkan, pencalonannya kembali dilandasi keinginan untuk melanjutkan sekaligus meningkatkan program pembinaan sepak bola yang telah berjalan selama periode kepemimpinannya.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah peningkatan kompetisi kelompok usia dini, grassroots, dan pemain muda serta kompetisi berjenjang penting untuk membuka ruang bagi pemain muda dalam menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensi mereka.
Ia juga menyebut kompetisi selama masa kepemimpinannya telah dilaksanakan dengan mengacu pada statuta dan ketentuan PSSI.
Selain pembinaan usia dini, Faizal juga mengungkapkan empat tahun memimpin PSSI Papua Barat sudah ada sejumlah pemain dari Papua Barat telah mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi, termasuk Liga 2 dan Liga 3.
“Program-program yang sudah kami jalankan sejak 2022 hingga 2026 akan terus ditingkatkan, terutama kompetisi usia dini, grassroots, dan pemain muda agar potensi mereka bisa terlihat,” katanya.
Selain program pembinaan, Ketua PSSI Papua Barat periode 2022-2026 ini juga akan fokus terhadap kebutuhan infrastruktur sepak bola di Papua Barat, khususnya pembangunan stadion.
Ia mengatakan telah mengajukan usulan pembangunan stadion pada 20 September 2026 dan berharap dapat mendukung perkembangan sepak bola di daerah.
Faizal menyadari, pengembangan sepak bola tidak dapat dilakukan PSSI sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan pemerintah daerah. PSSI harus berkolaborasi dengan KONI dan pemerintah daerah. Dengan kerja sama yang baik, program pembinaan dan pengembangan sepak bola Papua Barat bisa terus berjalan,” ujarnya.
Faizal juga menyampaikan apresiasi kepada klub dan asosiasi yang telah memberikan dukungan terhadap pencalonannya. Komunikasi dan kerja sama dengan para pemangku kepentingan menjadi bagian dari pendekatan yang diterapkannya selama memimpin.
Dukungan terhadap pencalonan Faizal disampaikan Ketua PSSI Kabupaten Pegunungan Arfak, Jefri Kowi. Jefri mengatakan dukungan diberikan dengan harapan Faizal dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus meningkatkan pembinaan sepak bola Papua Barat apabila kembali terpilih.
“Kami berharap Komite Pemilihan tetap konsisten menjalankan seluruh tahapan sesuai statuta dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Kejaksaan FC juga memberikan dukungan kepada Faizal Kelian. Ketua Klub Kejaksaan FC, Asrul mengatakan, klub yang dipimpinnya mendukung pencalonan Faizal untuk kembali memimpin PSSI Papua Barat, karena dedikasi dan program pembinaan yang telah dijalankan selama periode sebelumnya menjadi pertimbangan klub dalam memberikan dukungan.
“Kami sangat mendukung Pak Faizal. Harapan kami, program-program yang sudah berjalan dapat dilanjutkan dan ditingkatkan, termasuk program baru yang nantinya direncanakan bersama para anggota,” kata Asrul.
Menurut Asrul, pengembangan pemain daerah perlu terus dilakukan agar sepak bola Papua Barat mampu bersaing di berbagai ajang, termasuk kompetisi liga nasional dan Pekan Olahraga Nasional (PON). [SDR-R2]










