Manokwari, TP – Sebanyak 10.872 peserta didik jenjang SMA/SMK hingga jenjang doktoral (S3) di Papua Barat dipastikan menerima bantuan pendidikan total Rp57,06 miliar yang bersumber dari program prioritas Pemprov Papua Barat Cerdas.
Hal ini diungkapkan, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan usai pelaksanaan upacara bendera memperingati HUT ke-27 Provinsi Papua Barat di kantor Gubernur Papua Barat, Senin (12/101/2026).
Dikatakan Mandacan, bantuan tersebut mencakup pengadaan seragam sekolah, beasiswa prestasi akademik, serta pembiayaan pendidikan tinggi mulai dari diploma hingga program doktoral.
“Total penerima program Papua Barat Cerdas sebanyak 10.872 peserta didik jenjang SMA/SMK maupun mahasiswa,” ujarnya seraya menambahkan, alokasi anggaran terbesar diperuntukkan bagi 2.351 mahasiswa program sarjana (S1) umum dengan total nilai Rp23,51 miliar atau masing-masing memperoleh bantuan Rp10 juta setelah memenuhi persyaratan, antara lain IPK minimal 2,75.
Lebih lanjut, rinci Mandacan, bantuan seragam sekolah kepada 4.691 peserta didik yang tediri atas 3.424 siswa SMA dan 1.267 siswa SMK dengan total alokasi mencapai Rp12,81 miliar.
“Besaran bantuan seragam untuk setiap siswa SMA Rp3 juta, sedangkan siswa SMK Rp2 juta,” ujarnya.
Selain itu, tambah Mandacan, Pemprov Papua Barat melalui program Papua Barat Cerdas ini juga membantu pendidikan program S1 umum dengan syarat IPK minimal 2,75.
Lebih lanjut, kata dia, pihaknya juga menganggarkan dana senilai Rp9,39 miliar untuk beasiswa prestasi akademik bagi 3.505 siswa SMA dan SMK sederajat dengan nilai bantuan masing-masing siswa sebesar Rp2.678.500.
Kemudian, di perguruan tinggi, pemprov mengalokasikan anggaran senilai Rp1,06 miliar bagi 106 mahasiswa kedokteran dan 28 mahasiswa yang menjalani pendidikan profesi dokter atau koas sebesar Rp2,8 miliar.
Disamping itu juga, kata Mandacan, alokasi bantuan pendidikan D3 mencapai Rp133 juta untuk 19 mahasiswa dengan nilai per orang Rp7 juta. Lalu, pembiayaan pendidikan pascasarjana Rp2,62 miliar untuk 131 mahasiswa S2 dan 38 mahasiswa S3 senilai Rp1,14 miliar.
Pemerintah provinsi turut menyediakan bantuan pendidikan khusus bagi dua peserta pendidikan pilot dengan total anggaran mencapai Rp2 miliar atau masing-masing peserta memperoleh dukungan sebanyak Rp1 miliar.
“Selain pendidikan di dalam negeri, terdapat bantuan bagi satu mahasiswa yang menempuh studi luar negeri dengan nilai Rp1,60 miliar,” tandas Mandacan. [FSM-R2]










