Manokwari, TP – Siswa SMA Negeri 1 Manokwari, Papua Barat, Valentina Jeanne d’Arc Sirken, berhasil mengukir prestasi dalam ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Nasional Tahun 2026 melalui karya penulisan feature bertajuk “Kaki-Kaki Mungil Penjaga Tradisi”.
Karya feature tersebut berhasil meraih juara II tingkat nasional pada event FLS3N Tahun 2026. Karya itu mendokumentasikan kisah pelestarian kebudayaan lokal di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat. Dalam tulisannya, Valentina memotret aktivitas murid-murid di SD YPPG 07 Irai yang secara konsisten melestarikan tarian Tumbu Tanah.
Dijelaskan Valentina, pemilihan judul karya tersebut disesuaikan ciri khas tarian Tumbu Tanah yang dominasi gerakan kaki yang beriringan di atas tanah.
“Masyarakat Arfak menyakini, tarian tumbu tanah ini mempunyai nilai filosofi kebersamaan, keterikatan diantara masyarakat Arfak tetapi juga dengan leluhurnya,” ujar Valentina kepada Tabura Pos di Amban, Senin (12/10/2026).
Dikatakan Valentina, sebagai peserta lomba tingkat nasional mewakili Provinsi Papua Barat, maka dirinya memilih untuk mengambil isu diluar dari ibu kota provinsi Papua Barat untuk melihat isu yang berbeda dan sesuai dengan tema nasional FLS3N yang dilombakan.
Menurutnya, Pegaf merupakan wilayah yang unik dengan potensi kekayaan kebudayaan yang luar biasa dan Pegaf juga bukan tempat yang asing bagi dirinya. Karena itu, dirinya memilih untuk menulis karya feature tentang tarian Tumbu Tanah.
Ia mengakui, dalam penulisan karya tersebut ada banyak tantangan yang dihadapinya, mulai dari perjalanan yang begitu ekstrem, berkelok-kelok hingga pemilihan strategis wawancara yang tepat, karena narasumber adalah anak-anak SD.
“Sebelum kami turun, saya sempat berdiskusi dengan para dewan guru di sekolah dan orang tua. Butuh waktu yang panjang untuk saya pemilihan isu sampai akhirnya terlintas dibenak saya tentang tarian tumbu tanah, karena tarian ini dijadikan juga sebagai ikon Papua Barat,” ujar Siswi Kelas XII Bahasa.
Disinggung terkait bagaimana mempertahankan fakta dalam penulisan feature dengan gaya bercerita, Valentina mengatakan, dirinya merupakan anak yang bertutur dan menyukai gaya storytelling sejak SD. Ini menjadi keunggulan dirinya ketika menulis karya jurnalistik feature.
“Mudah bagi saya, karena sudah terbiasa, mendongeng, bercerita. Tidak sulit, fakta-fakta ini ditransfer dalam bentuk naratif yang mudah dipahami kalayak umum dan objektif serta tetap kuat secara emosional. Ya, layaknya seperti menulis cerita pendek,” ujarnya.
Tentang rencana kedepan, terang Valentina, penulisan karya penulisan feature ini akan terus diasa untuk bekal perkuliahan bahkan dapat digunakan dalam dunia kerja nantinya.
“Untuk teman-teman di Papua Barat, jangan kita minder ketika mengikuti lomba tingkat nasional. Kita harus tetap percaya diri, kalau bermimpi, panjatkan mimpi setinggi mungkin dan jangan ragu,” tandas Valentina. [FSM-R2]










