Sorong, TP — Masyarakat di tiga kampung di Distrik Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, kini semakin berdaya secara ekonomi. Melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) Sejahtera Bersama Masyarakat Melalui Rancangan Ekonomi Biru Hijau ( SEMARAK), SKK Migas–Petrogas (Basin) Ltd. memperkuat kapasitas warga di Kampung Kasimle, Kasim, dan Mobi, berlangsung 1–2 Oktober 2026.
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sorong. Tiga kelompok masyarakat yang telah dibina sejak 2025 kembali dibekali pelatihan praktis dan bantuan sarana produksi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sorong, Franky Wamafma, mengapresiasi kolaborasi ini: “Kerja sama pemerintah dan sektor swasta ini sangat berarti. Jika masyarakat serius di sektor pertanian, hasilnya pasti dirasakan bersama.”
Field Operations Manager Petrogas (Basin) Ltd., Mustaman, menjelaskan keberlanjutan operasi migas harus berjalan beriringan dengan kemajuan masyarakat sekitar. “Masyarakat yang berdaya, harmonis, dan mandiri adalah fondasi penting terciptanya lingkungan yang kondusif bagi kelancaran operasi,” ujarnya.
Selama dua hari, peserta dibekali keterampilan praktis yakni, teknik budidaya dan penyesuaian pola tanam di musim kemarau, pembuatan pakan ayam dari bahan organik sisa rumah tangga agar lebih hemat, dan praktik menganyam jaring tangkap ikan secara mandiri.
Pupuk dan bibit tanaman buah juga diserahkan kepada para kelompok. Kepala Kampung Kasimle, Moses Klawamon, menyambut antusias: “Masyarakat kini semangat terjun ke kebun. Bahkan ada yang mulai membuka lahan di pinggiran kampung.” terang Mustaman.
Tak ketinggalan, tim HSE Petrogas juga menyampaikan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan sehubungan dengan musim kemarau yang berkepanjangan, termasuk bahaya pembakaran lahan di dekat area operasi migas dan langkah antisipasinya. [*CR24-R2]










