Ransiki, TP — Setelah siang hari bergotong royong membangun jalan dan fasilitas umum, malam pun menjadi waktu menjalin kehangatan. Suasana inilah yang terlihat saat personel Satgas TMMD ke-130 duduk melingkar bersama warga Kampung Yamboi di sekitar api unggun , Jumat (23/10) malam.
Personel Satgas TMMD bersama warga Yamboi terlihat berbagi cerita, canda tawa, dan mempererat ikatan bahwa TNI bukan sekadar pembangun, melainkan bagian dari keluarga besar masyarakat.
Komandan Kodim 1808/Mansel sekaligus Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Czi Sunandar Parius, menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat jauh lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik.
“Kita ingin menunjukkan bahwa TNI hadir bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat. Kedekatan dan rasa saling percaya inilah yang menjadi kekuatan utama kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ungkapnya.
Komunikasi yang terjalin langsung dan akrab dinilai menjadi fondasi keberhasilan TMMD. Semakin erat hubungan emosional, semakin besar semangat warga untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan di kampungnya sendiri.
“Siang hari bergotong royong membangun kampung, malam hari duduk bersama merajut persaudaraan. Inilah wujud nyata TNI selalu hadir dan menyatu dengan rakyat,” ujar Dansatgas.
Diharapkan kehangatan ini tidak berakhir saat program selesai — persaudaraan yang terjalin tetap terjaga lama setelah Satgas TMMD berpamitan dari Kampung Yamboi. [BOM-R2]










