Manokwari, TP – Otoritas Jasa Keuangan Papua Barat dan Papua Barat Daya menyelenggarakan Puncak Peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan Financial Expo (Finexpo) 2026 bertema “Inklusi Keuangan Cerdas Menuju Indonesia Emas” di Plaza Unipa, Jumat (23/10/2026).
Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, Finexpo 2026 merupakan puncak rangkaian kegiatan BIK yang dilaksanakan setiap bulan Oktober oleh OJK bersama seluruh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di seluruh Indonesia.
Sebelum gelaran puncak di Manokwari, OJK telah memulai rangkaian kegiatan melalui Sekolah Pasar Modal di lima kampus di Sorong bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta berkolaborasi dalam agenda tahunan Bank Indonesia.
”Hari ini di puncak acara, kita mengumpulkan seluruh sektor jasa keuangan, baik perbankan, non-bank, asuransi, hingga perusahaan pembiayaan. Tujuannya memperluas jangkauan kebermanfaatan produk jasa keuangan di masyarakat,” ujar Budi.
Ia menegaskan, inklusi keuangan tidak boleh berhenti sekadar pada tersampaikannya produk atau kepemilikan rekening tabungan, deposito, pembiayaan, dan premi asuransi semata.
Menurut Budi, jika kepemilikan rekening atau pinjaman tidak diimbangi dengan literasi dan kecerdasan finansial yang baik, dampaknya tidak akan terasa optimal bagi masyarakat dan hanya dimanfaatkan untuk program bantuan atau pembiayaan konsumtif.
Budi mengungkapkan alasan pemilihan kampus UNIPA sebagai lokasi Finexpo bahwa membangun literasi keuangan merupakan proyek berkelanjutan untuk mempersiapkan generasi muda yang jumlahnya mendominasi di Papua Barat.
”Generasi Z di Papua Barat saja sudah 30 persen. Jika ditambah Generasi Alpha dan Beta, jumlahnya lebih dari 60 persen. Kita membekali anak-anak sekolah dan mahasiswa sejak dini agar mereka siap terinklusi dan menjadi pelaku utama ekonomi di tanahnya sendiri, bukan penonton di masa depan,” tegasnya.
Budi berharap seluruh rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang dilaksanakan di Papua Barat dan Papua Barat Daya ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Marthen L. Kocu, menilai penyelenggaraan kegiatan ini sangat tepat karena layanan keuangan sudah seharusnya mendatangi rakyat, bukan sekadar menunggu rakyat mendatangi fasilitas bank.
Ia menyebut inklusi keuangan sebagai urusan masa depan daerah, Pemprov Papua Barat berkomitmen berdiri di depan untuk memperkuat sinergi lintas sektor, memperluas layanan ke wilayah yang belum terlayani, memastikan pembiayaan UMKM sampai ke pelakunya, menyasar Orang Asli Papua (OAP), serta mendorong transaksi non-tunai.
“Inklusi keuangan harus merangkul semua orang Papua yang hidup di atas tanah ini. Kepada semua pihak, mari sampaikan literasi keuangan dengan bahasa yang sederhana. Akses harus disertai perlindungan. Kita harus mewaspadai pinjaman online ilegal, investasi bodong, penipuan, dan judi online,” ujarnya. [SDR-R2]










