Manokwari, TP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papus Barat meluncurkan Portal dan Dashboard Eksekutif Papua Barat Ekosistem Satu Data (PAPEDA) di Auditorium PKK Arfai Perkantoran, Kamis (29/10/2026).
Dalam peluncuran Portal dan Dashboard Eksekutif PAPEDA Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyampaikan enam arahan penting yang perlu diperhatikan bersama diantaranya.
Pertama, sebut Mandacan, Perkuat kepemimpinan dan pembagian tanggung jawab. Dimana, Sekretaris Daerah mengoordinasikan tindak lanjut lintas perangkat daerah, Diskominfo menjalankan fungsi walidata, dan Kepala OPD bertanggung jawab atas penyediaan dan pemutakhiran data, dengan pembinaan dari BPS. Forum Satu Data Daerah memastikan tindak lanjut berjalan.
Kedua, pastikan kelengkapan dan kualitas data yakni, setiap OPD menetapkan pengampu data, melengkapi data prioritas beserta metadatanya, dan memutakherkannya secara berkala.
“Bila data belum tersedia, sampaikan secara terbuka agar perbaikan tepat sasaran,” tegas Mandacan dalam sambutan pada acara peluncuran portal dan dashboard PAPEDA.
Ketiga, lanjut Mandacan, gunakan PAPEDA dalam perencanaan, penganggaran, dan evaluasi. Dimana, usulan program harus menjelaskan masalah, sasaran wilayah dan kelompok, serta hasil yang diharapkan.
Perhatikan Orang Asli Papua, perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang sulit dijangkau, dengan data terpilah.
Keempat, bangun keterhubungan data secara bertahap. Pemerintah Kabupaten memperkuat pertukaran data dengan provinsi, definisi dan kode referensi diselaraskan, dan pembahasan SIPD Hub bersama Kemendagri menghasilkan tindak lanjut konkret. Pastikan keamanan sistem, pencadangan, dan hak akses.
Selanjutnya, kelima pastikan dukungan kelembagaan, sumber daya manusia, dan APBD. Kebutuhan pengelolaan PAPEDA dimasukkan dalam perencanaan dan penganggaran sesuai kemampuan daerah, dengan sasaran terukur dan kesinambungan pengetahuan antarpersonel.
Keenam, pantau tindak lanjut dan laporkan manfaatnya. Sekretaris Daerah merumuskan rencana tindak lanjut lengkap dengan penanggung jawab dan tenggat, dan melaporkannya secara berkala kepada Gubernur.
Sebelumnya, menurut Mandacan, kebutuhan masyarakat pesisir, kepulauan, dan pegunungan berbeda-beda. Data membantu untuk mengenali siapa yang belum terlayani dan di mana kesenjangan terjadi.
Namun, lanjut Mandacan, pembacaan data harus disertai pengetahuan lapangan dan dialog dengan masyarakat. Inilah pengambilan keputusan berbasis bukti yang ingin kita perkuat melalui PAPEDA.
Ditambahkan Mandacan, Portal Data menjadi sarana berbagi pakai data pembangunan beserta sumber, definisi, periode, dan penanggung jawabnya. Dashboard Eksekutif membantu pimpinan membaca capaian dan menentukan tindak lanjut.
“PAPEDA milik Pemerintah Provinsi Papua Barat, sehingga kemampuan aparatur daerah perlu diperkuat agar pengelolaannya mandiri dan berkelanjutan,” tandas Mandacan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Papua Barat, Frans P. Istia mengatakan, tantangan pembangunan saat ini sangatlah kompleks. Pemerintah dituntut harus mampu bergerak cepat, terukur, transparan, dan juga responsif terhadap berbagai persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
Dalam kondisi seperti ini, kata Istia, data bukan lagi sekadar pelengkap laporan pemerintah, tetapi data harus menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan dan pengambilan sebuah keputusan.
“Kita membutuhkan data yang sedikit, tetapi memiliki nilai strategis, akurat, aktual, dan mampu menjelaskan kondisi pembangunan secara nyata,” kata Istia dalam laporannya.
Karena itu, lanjut Istia, pembangunan portal dan dashboard eksekutif ditempatkan sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan berbasis data.
Portal PAPEDA dan dashboard eksekutif ini akan menjadi alat bantu pengambilan keputusan strategis bagi gubernur yang mampu memberikan gambaran kondisi Papua Barat secara cepat, akurat, terintegrasi, dan mudah dipahami.
Untuk menjawab semua itu, pemprov saat ini telah membangun dan hari ini dilaunching portal data sebagai ekosistem satu data, kita kenal dengan PAPEDA (Papua Barat Ekosistem Satu Data).
“Portal ini sekaligus sebagai simbol untuk memperkuat perencanaan berbasis bukti dan penyebarluasan data-data pembangunan di Papua Barat,” tandas Istia. [FSM-R2]










