Manokwari, TABURAPOS.CO – Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere membuka secara resmi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Penguatan Ideologi Politik dan Organisasi (Ideopolitor) Pimpinan wilayah Muhammadiyah Aisyiyah Papua Barat di salah satu hotel di Manokwari, Jumat (12/1/2024).
Ali Baham Temongmere menyampaikan apresiasinya atas kegiatan Rakerwil dan Ideopolitor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aisyiyah Papua Barat. Ia pun berharap program-program yang akan disusun tetap istiqomah dan dapat berperan dalam bidang pendidikan di Papua Barat.
Dikatakan Temongmere, melalui rakerwil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aisyiyah Papua Barat dapat mengevaluasi program-program kerja tahun sebelumnya.
Dirinya menyarankan agar pimpinan wilayah muhammadiyah dapat memberikan penghargaan terhadap pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi.

Temongmere mengisakan bahwa, Islam masuk di Tanah Papua melalui Fakfak pada 8 Agustus 1364 dan pada tanggal tersebut digunakan oleh raja-raja Islam dalam merebut Irian Barat ke Pangkuan NKRI.
Pada kesempatan ini, Temongmere berharap, organisasi Aisyiyah dapat berkoordinasi dengan Ketua PKK Papua Barat, sehingga kegiatan Ibu-Ibu pada organisasi Asiyiyah dapat terarah dan sesuai target yang diprogramkan.

Ditempat yang sama, Ketua Muhammadiyah Wilayah Papua Barat, Mulyadi Djaya mengatakan, sekolah Islam Muhammadiyah pertama kali lahir di Fakfak yang dipimpin oleh H.Ibraim Bauw , sehingga terkait sejarah ini perlu disampaikan hingga anak cucu.
Salah satunya di bidang pendidikan, STKIP Muhammadiyah yang berada di Papua Barat ini hampir 70 persen adalah beragama Kristen, hal tersebut dikarenakan pembayaran SPP dapat dicicil dengan harapan anak-anak di Papua dapat tetap bersekolah.
“Kami Muhammadiyah dengan NU di wilayah Papua Barat berkomitmen selalu hidup rukun tanpa adanya perselisihan seperti halnya yang seringterjadi di luar wilayah Papua,” tandas Mulyadi Djaya. [FSM-R3]




















