Manokwari, TABURAPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengalihkan Personil, Pembiayaan Sarana dan Prasarana maupun Dokumen (P3D) kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Serah terima aset dilaksanakan di Gedung Auditorium PKK Arfai Perkantoran, Rabu (24/1/2024).
Pengalihan dan penyerahan P3D diserahkan langsung Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere kepada Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Mohammad Musa’ad yang ditandai dengan penandatanganan berita acara seraterima P3D dari Pemprov Papua Barat kepada Pemprov Papua Barat Daya.
Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan antara Pemprov Papua Barat dan Pemprov Papua Barat Daya.
Aset P3D yang diserahkan untuk tahap pertama yakni, 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan total nilai sebesar Rp. 1,52 triliun lebih.
OPD tersebut diantarnaya, Dinas Kehutanan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan.
Kemudian, Dinas Koperasi, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Perindustrian dan UMKM, Dinas Komunikasi Informasi, Persandian dan Statistik (Kominfosantik).
Sementara, untuk Samsat baru diserahkan pengelolaannya sehingga pendapatannya menjadi milik Pemprov Papua Barat Daya. Sedangkan, asset Samsat membutuhkan pembahasan lebih lanjut antara BPKAD dan Bappenda, usai pembahasan barulah akan dialihkan.
Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Mohammad Musa’ad menyampaikan terima kasih dan appresiasi yang tinggi, karena dalam satu tahun ini pihaknya bergumul terus untuk penyerahan asset ini dan dalam waktu singkat telah diselesaikan.
“Kami provinsi yang baru, provinsi yang ‘bungsu’ dan provinsi yang ke-38, maka membutuhkan dukungan, bimbingan dari provinsi induk. Karena kita baru memulai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” kata Musa’ad dalam sambutannya, kemarin.
Menurutnya, dengan adanya penyerahan asset hari ini, maka tanggungjawabnya sebagai penjabat gubernur untuk penyerahan asset sudah selesai. “Syukur sudah selesai dan tinggal pengangkatan anggota DPR Papua Barat Daya, maka 12 program sebagai penjabat dapat selesai,” ujar mantan Ketua Osis, SMA Negeri Fakfak tahun 1985.
Dirinya berharap, Sekda Papua Barat dan Papua Barat Daya serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terutama yang terkait dengan asset dapat hadir di Papua Barat untuk mendengarkan arahan dan segara ditindaklanjuti, harapnya.
Ditempat yang sama, Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere mengatakan, dengan penyerahan dan pangalihan asset ini merupakan konsekuensi dari provinsi induk.
“Papua Barat mendukung pembentukan Papua Barat Daya mulai dari awal hingga hari ini kita sama-sama menyaksikan penyerahan P3D. Komitmen kita kuat dan sungguh-sungguh,” kata Temongmere saat memberikan sambutannya, kemarin.
Menurutnya, Provinsi Papua Barat Daya dengan titik tumbuhnya Kota Sorong, maka tanpa diransang sudah tumbuh dengan sendirinya berbeda dengan Manokwari, ibu Kota Provinsi Papua Barat.
“Kami tetap siap untuk membantu pegawai yang memiliki kebutuhan administrasi di Papua Barat misalnya, bertugas di Papua Barat Daya, tapi hak-haknya di Papua Barat, perlu dikeluarga nota dinas artinya tidak mengambil alih tugas tapi hanya merugusi administrasi untuk hak-hak mereka,” tandas Temongmere. [FSM-R3]




















