Manokwari, TP – Warga Manokwari sempat dihebohkan dengan video viral di media sosial Tiktok dan Facebook yang mempertontonkan seorang tukang ojek sedang memainkan alat kelaminnya di tempat umum.
Video viral tersebut sudah tersebar luas dan menuai beragam komentar miring disertai kritikan dari berbagai kalangan.
Sejumlah pejasa ojek di Manokwari pun merasa dirugikan dengan video tersebut, karena membuat warga resah dan dikhawatirkan takut memakai jasa ojek.
Tidak berselang lama, orgabnisasi ojek, Bintang Nusantara (Binus) di Manokwari berupaya untuk menelusuri kebenaran video tersebut, termasuk mencari identitas pejasa ojek di dalam video tersebut.
Tidak membutuhkan waktu lama, identitas ojek itu berhasil diketahui. Pejasa ojek itu berinisial OW (34 tahun) yang merupakan anggota resmi dan terdaftar di Binus Manokwari, sedangkan warga yang mengambil dan menyebarkan video tersebut diketahui berinisial PM (31 tahun).
Ketua Binus Manokwari, Anthon Worabay mengaku sudah melakukan tindakan dan mempertemukan kedua belah pihak untuk dimediasi. Dari hasil mediasi, ternyata itu hanya kesalahpahaman.
Menurut pengakuan OW, lanjut Worabay, saat itu dirinya sedang melakukan aktivitas seperti biasa, kemudian singgah beristirahat sambil makan pinang. Saat itu, dia melihat resleting celananya turun dan bermaksud memperbaikinya.
Kemudian, PM mengambil video lalu di-upload ke medsos, sehingga viral dalam waktu singkat dan menuai beragam komentar miring dari warga.
“Kejadian di Swapen. Kita sudah ambil tindakan. Keduanya sudah dipertemukan. Anggota ojek tidak tahu kalau sedang viral. Di sisi lain, kita tidak menyalahkan yang mengambil video karena di tempat itu memang pernah ada kejadian juga,” kata Worabay yang dikonfirmasi Tabura Pos via ponselnya, Kamis (24/4).
Menurutnya, hal yang disayangkan akibat viralnya video tersebut, reputasi ojek terkesan menjadi buruk di mata masyarakat. sebab, ada beberapa warga yang memberi komentar miring dalam video dan terkesan menjatuhkan pejasa ojek secara keseluruhan, padahal mereka belum mengetahui secara pasti kejadiannya.
Ditambahkan Worabay, kejadian ini tentu menjadi pelajaran untuk semua pihak, terutama warga agar bijaksana dalam memakai medsos dan jangan mengabaikan hak orang lain, sehingga merugikan.
“Sudah diselesaikan dan keduanya sudah membuat surat pernyataan. Mereka sudah saling meminta maaf atas kejadian kegaduhan ini. Kita harap ini juga jadi pelajaran bagi pengguna medsos untuk selalu bijak dalam penggunaan,” pintanya.
Dirinya juga mengimbau seluruh anggota ojek agar selalu menjaga kenyamanan, ketentraman dan selalu solid. Di sampain itu, pintanya, pejasa ojek sebagai pelayan publik harus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
“Saya sayangkan komentar publik itu miring semua. Itu menunjukkan mereka tidak bermoral dan beretika. Kalau begitu, dia sia-sia beribadah. Saya titip pesan untuk mereka, berbahagialah bagi mereka orang yang sudah memaki dan memfitnah kami pejasa ojek, hanya kepada Tuhan, kami berbhakti,” pungkas Worabay. [AND-R1]




















