Distributor: Penyesuaian Karena Biaya Operasional dan Pengiriman Tinggi
Manokwari, TP – Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi atau yang dikenal dengan merek Bright Gas mengalami kenaikan cukup signifikan di pasaran Manokwari. Kenaikan ini terjadi pada kedua ukuran yang beredar, yakni 5,5 kilogram dan 12 kilogram.
Berdasarkan pantauan Tabura Pos di lapangan, harga jual di tingkat pengecer kini bervariasi. Untuk tabung ukuran 5,5 kilogram yang sebelumnya dijual di kisaran Rp175 ribu, saat ini dijual dengan harga Rp250 ribu hingga Rp260 ribu. Sementara itu, ukuran 12 kilogram yang sebelumnya berada di angka Rp380 ribu sampai Rp390 ribu, kini melonjak menjadi Rp500 ribu hingga Rp505 ribu per tabung.
Kenaikan ini tidak terlepas dari penyesuaian harga yang dilakukan di tingkat distributor. Kepala Gudang PT Agung Irian Permai, Anwar, menjelaskan bahwa pihaknya memang menaikkan harga jual mengikuti kebijakan dari pihak penyedia, sekaligus mempertimbangkan tingginya biaya operasional di daerah.
“Harga beli langsung di gudang saat ini untuk ukuran 12 kilogram adalah Rp495 ribu, sedangkan yang 5,5 kilogram dihargai Rp245 ribu. Harga di Papua Barat memang relatif lebih tinggi dibanding daerah lain, karena kita harus memperhitungkan biaya pengiriman, bongkar muat, serta transportasi distribusi ke seluruh wilayah,” ujar Anwar saat ditemui di gudang, Jumat (24/4/2026).
Selain kenaikan harga, pihak distributor juga memberlakukan pembatasan jumlah pembelian untuk perorangan. Setiap pembeli hanya diperbolehkan membawa maksimal tiga tabung per transaksi. Langkah ini diambil agar stok barang dapat terjaga dan terdistribusi secara merata kepada masyarakat.
Anwar juga menjelaskan bahwa perbedaan harga di tingkat pengecer terjadi karena belum adanya ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang resmi. Sehingga, pemilik toko menentukan harga jualnya masing-masing dengan tetap mempertimbangkan keuntungan dan biaya operasional.
“Di tingkat toko belum ada patokan resmi, jadi mereka menyesuaikan sendiri. Biasanya berkisar di angka Rp500 ribu untuk ukuran besar. Perlu diperhatikan juga, harga bisa berbeda antara sistem tukar tabung baru dengan membeli satu paket lengkap tabung berisi. Kalau ada yang jual sampai Rp600 ribu, itu terlalu mahal, tapi kita harus pastikan apakah harga tersebut sudah termasuk harga tabungnya atau hanya isinya saja,” jelasnya.
Untuk ketersediaan stok, Anwar mengakui pasokan saat ini masih terbatas. PT Agung Irian Permai selaku distributor yang melayani wilayah Manokwari, Manokwari Selatan, Sorong Selatan, hingga Teluk Bintuni, saat ini masih menunggu kedatangan kapal pengiriman dari Ambon yang diperkirakan tiba pada awal Mei 2026 mendatang.
Ia berharap ke depannya terdapat kebijakan yang memastikan kesetaraan harga LPG non subsidi di seluruh wilayah Indonesia, agar selisih harga antara wilayah barat dan timur tidak terlalu jauh membebani masyarakat. [SDR-R2]




















